Usia Beliau kini persis di jeda akhir ber-angka depan 3. Artinya, sebentar lagi menginjak angka 40. Ach, masih se(…) dulu kah Beliau? ..sst! ..dulu khan kami….(…).. Eh, tunggu dulu, yea.. sang Sekretaris sudah mempersilahkanku masuk menemui Beliau.
[ Weit, (mengapa sekarang).. Botak? O'ow..... ]
Jenis mahluk Manusia pada umumnya memiliki rambut, adneksa Kulit yang tumbuh pada hampir seluruh permukaan terluar raga-nya, terkecuali bagian bibir serta telapak tangan & kakinya. Ia beragam ukuran dan wujudnya pada area bagian raga, dalam satu individu. Ia pun bervariasi antar tiap individu. Faktor ras, genetik, hormonal, termasuk nutrisi berperan nyata dalam pertumbuhannya.
Rambut berperan penting sebagai proteksi Kulit terhadap keadaan lingkungan yang merugikan raga, di luar eksploitasi peran Estetiknya, kini.. di mana ada sebagian dari diri yang menjadikan rambut seolah “mahkota”. Ragam pendulum rasa negatif pun dapat berkembang liar di diri, ketika sang rambut (mulai) rontok, lebih dari biasa. Terlebih bila tiba di fase puncaknya, ketika KEBOTAKAN (= Alopecial / Alopesia) mulai menggejala.
Rontoknya rambut (=efluvium ) merupakan kondisi lepasnya rambut, dari Kulit. Mengingat ke”populer”annya di atas, maka saya batasi saja kini pada rambut area Kepala. Normal, secara fisiologis sang (tiap helai) rambut memiliki daur masa tumbuh-istirahat-lepas biasa, yang bersifat individual. Yang karenanya, secara menyeluruh, sebagian rambut Kepala sang diri akan lepas bergantian mau pun berselang, dengan batasan normal hingga 100 helai per kepala, per hari. Dalam kondisi tertentu, jumlahnya melebihi “biasa”nya. Pada detik itu, sang diri umumnya menyadarinya, dan mengeluhkannya sebagai “rambut rontok”.
Rontoknya rambut yang melebihi kondisi normal tidak mampu diimbangi (baca: digantikan) oleh pertumbuhan alami fisiologis-nya. Dalam kondisi melanjut, baik terus-menerus mau pun “cepat, tetapi langsung sangat banyak”, dapat mengurangi jumlah total helai rambut pada Kepala, yang memunculkan tampilan rambut jarang. Andai terus melanjut, hingga sang Kepala tiada ber-rambut lagi, KEBOTAKAN-lah yang telah dialami.
Ada 2 tipe kerontokan rambut, yakni: Efluvium Telogen (.. terjadi pada rambut yang sedang dalam fase istirahat, akibat stress, demam tinggi, maupun penyakit kronis), dan Efluvium Anagen (..terjadi pada rambut yang sedang dalam masa tumbuh, akibat jenis obat-obatan tertentu).
KEBOTAKAN sendiri dibedakan atas:
1. Alopesia Difusa. Jenis ini meliputi seluruh bagian Kepala, namun masih menyisakan sedikit helai rambut, menampilkan kondisi Kepala yang ber-rambut jarang.
2. Alopesia Areata. Proses kehilangan rambutnya total, pada satu atau beberapa area Kepala, menampilkan area botak di antara bagian lain yang masih ber-rambut normal. Dapat terjadi pada rentang masa kanak-kanak (= tipe atopik), usia 20-40 tahun (= tipe umum), pada dewasa muda (= tipe prehipertensif), maupun pada usia di atas 40 tahun (= tipe kombinasi). Meski demikian, banyak terjadi jenis terpola, baik pada kaum Lelaki mau pun Perempuan di rentang usia 17-40 tahun, pengaruh genetik dan Hormon.
3. Alopesia Totalis. Suatu kondisi kehilangan hampir 75% (atau lebih) total rambut Kepala.
4. Alopesia Universalis. Suatu kondisi kehilangan seluruh rambut pada raga menyeluruh sang diri.
Menurut Ilmu Kedokteran Umum (baca: Barat), baik kerontokan rambut maupun KEBOTAKAN disebabkan oleh faktor usia, genetik, hormonal, imunologis, defisiensi gizi, stress psikis, trauma fisik, ragam penyakit Kulit tertentu, penyakit sistemik, obat sistemik, juga penyebab tidak jelas lain.
Menurut Ilmu Akupunktur, kondisi anomali tersebut dapat diderita akibat Yin Xu organ Ginjal. Kondisi lemahnya Energi Yin organ Ginjal, yang memunculkan geliat pemusnahan cairan penyubur rambut oleh Api Yang, sehingga karenanya Qi Sejati habis, dan Qi Meridian menjadi tidak lancar, berimbas rontoknya helai demi helai rambut. Yin Xu organ Ginjal terjadi pengaruh dari faktor genetis. Sementara Api Yang timbul akibat penyakit panas tinggi.
Pencegahannya dengan senantiasa menjaga Kesehatan Kulit & seluruh raga pada umumnya, merawat & melindungi helai rambut secara seksama & hati-hati, dan bila menghadapi kondisi anomali yang belum dipahami, musti segera mengkonsulkannya ke Ahli kompeten yang dipercaya.
Sabtu, 09 Januari 2010
Minggu, 03 Januari 2010
Efek Mengkudu Terhadap Kesehatan
Efek Mengkudu Terhadap Kesehatan
MENGKUDU, pace, atau noni yang nama latinnya Morinda citrifolia memang terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dapat mengurangi rasa sakit (sebagai anelgesic), melancarkan peredaran darah serta dapat menangani masalah impotensi pada pria. Ia mengandung karbohidrat, protein dan lemak dengan kadar rendah.
Selain itu mengkudu juga mengandung vitamin C, B (niacin), A dan 18 asam amino yang berguna bagi tubuh. Ia juga dipergunakan sebagai pelancar menstruasi, mengatur siklus bulanan yang tidak menentu menjadi lebih teratur, menurunkan hipertensi, baik juga bagi penderita diabetes.
Sebagai “immune booster”, ia merangsang kerja sistem pertahanan tubuh. Ia juga efektif sebagai “digestive stimulant” (membantu pencernaan, mengatasi sembelit). Mengkudu mengandung morfin sulfat, baik untuk analgesik, atau penghilang rasa sakit, pusing, nyeri kepala dsb. Ia juga berperan sebagai anti bakteri dan anti jamur. Mengkudu juga dapat dipakai sebagai anti tumor dan anti kanker.
Cara mengkonsumsi nya dengan memakan buah segarnya secara langsung, terutama yang masak. Tapi awas, baunya itu, sangat menyengat dan tidak sedap. Sehingga orang lebih suka dibuat jus, dicampur sirupberbagai rasa, leci, lemon, rasberi dsb untuk mengurangi baunya yang tidak enak.
Buah yang paling efektif digunakan adalah buah yang masak, yang sudah jatuh dari pohonnya. Buah yang sudah tua warnanya putih kekuningan, setelah didiamkan beberapa hari juga akan lembut dan berbau tidak sedap.
Selain dijus, bisa juga direbus dengan gula merah dicampur jahe, atau asem jawa, atau jeruk nipis, tidak dicampur apa2 juga boleh, campuran gula dsb tadi hanya sebagai penyedap rasa dan penghilang bau.
Selain dari buah segar, ada juga yang dijual dalam bentuk kapsul. Ada juga yang jual dalam bentuk jus dengan berbagai rasa, tetapi harganya sangat mahal. Kalau buat sendiri, selain lebih murah, kita tahu keasliannya, kalau yang dijual dalam kemasan yang bagus, kurang berbau, tetapi kita tidak tahu kadar buah mengkudu yang ada di dalamnya itu seberapa besar.
Kalau kita konsumsi yang dalam bentuk kapsul, sering ada efek sampingnya, sakit pinggang, teriutama kalau kurang minum air. Jadi lebih baik cari buah yang segar, buat sendiri jusnya, rasanya disesuaikan dengan selera kita.
Saya sudah rasakan sendiri efek positif dari buah mengkudu ini.
MENGKUDU, pace, atau noni yang nama latinnya Morinda citrifolia memang terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dapat mengurangi rasa sakit (sebagai anelgesic), melancarkan peredaran darah serta dapat menangani masalah impotensi pada pria. Ia mengandung karbohidrat, protein dan lemak dengan kadar rendah.
Selain itu mengkudu juga mengandung vitamin C, B (niacin), A dan 18 asam amino yang berguna bagi tubuh. Ia juga dipergunakan sebagai pelancar menstruasi, mengatur siklus bulanan yang tidak menentu menjadi lebih teratur, menurunkan hipertensi, baik juga bagi penderita diabetes.
Sebagai “immune booster”, ia merangsang kerja sistem pertahanan tubuh. Ia juga efektif sebagai “digestive stimulant” (membantu pencernaan, mengatasi sembelit). Mengkudu mengandung morfin sulfat, baik untuk analgesik, atau penghilang rasa sakit, pusing, nyeri kepala dsb. Ia juga berperan sebagai anti bakteri dan anti jamur. Mengkudu juga dapat dipakai sebagai anti tumor dan anti kanker.
Cara mengkonsumsi nya dengan memakan buah segarnya secara langsung, terutama yang masak. Tapi awas, baunya itu, sangat menyengat dan tidak sedap. Sehingga orang lebih suka dibuat jus, dicampur sirupberbagai rasa, leci, lemon, rasberi dsb untuk mengurangi baunya yang tidak enak.
Buah yang paling efektif digunakan adalah buah yang masak, yang sudah jatuh dari pohonnya. Buah yang sudah tua warnanya putih kekuningan, setelah didiamkan beberapa hari juga akan lembut dan berbau tidak sedap.
Selain dijus, bisa juga direbus dengan gula merah dicampur jahe, atau asem jawa, atau jeruk nipis, tidak dicampur apa2 juga boleh, campuran gula dsb tadi hanya sebagai penyedap rasa dan penghilang bau.
Selain dari buah segar, ada juga yang dijual dalam bentuk kapsul. Ada juga yang jual dalam bentuk jus dengan berbagai rasa, tetapi harganya sangat mahal. Kalau buat sendiri, selain lebih murah, kita tahu keasliannya, kalau yang dijual dalam kemasan yang bagus, kurang berbau, tetapi kita tidak tahu kadar buah mengkudu yang ada di dalamnya itu seberapa besar.
Kalau kita konsumsi yang dalam bentuk kapsul, sering ada efek sampingnya, sakit pinggang, teriutama kalau kurang minum air. Jadi lebih baik cari buah yang segar, buat sendiri jusnya, rasanya disesuaikan dengan selera kita.
Saya sudah rasakan sendiri efek positif dari buah mengkudu ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
