Minggu, 28 Maret 2010

Rokok dan Ide

“MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”

Pesan dari pemerintah Indonesia yang tetera dalam setiap kemasan rokok diatas, dimaksudkan agar para konsumen rokok paham dan tahu akan bahaya bila mengkonsumsi rokok, yang hal itu juga menjadi persyaratan bagi para produsen rokok jika ingin medistribusikan produknya kepada konsumen di Indonesia.


Namun, pesan itu ternyata hanya sekedar formalitas, tak ada yang menghiraukan pesan kesehatan itu walaupun disitu jelas-jelas tertulis bahaya rokok yang sangat mematikan. Buktinya ialah makin banyaknya perokok di negeri ini. Nikmatnya merokok membuat perokok banyak yang masih enggan meninggalkan kebiasaan merokok, tapi ada pula yang sudah mati-matian berusaha untuk berhenti merokok tetap saja gagal dan kembali merokok. Kecanduan akan rokok memang sangat “dahsyat”, sampai-sampai mereka yang merokok tak peduli akan kesehatan mereka jika tetap merokok. Inilah realitasnya, walaupun di vonis, perokok tetap saja enjoy dengan rokoknya itu.

Selain sebagai gaya hidup, rokok memiliki sisi yang bisa dibilang “baik” bagi perokok dengan kebiasaan ini, yaitu dengan merokok, kita (perokok) dapat melahirkan segudang ide dan inspirasi. Banyak dari para perokok yang menggali ide dengan menghisap sebatang rokok. Ketika sedang menulis, berpikir, emosi, bermusik, merenung dan kesepian serta lainnya, dengan menghisap rokok seakan semua hal tadi menjadi sirna.

Contoh, ketika kita sedang menulis, dimana kebuntuan pasti didapatkan, namun dengan menghisap rokok, kebuntuan itu seakan hilang sehingga dalam menulis tak ada lagi hambatan karena perokok biasanya mendapatkan ide yang dapat dituliskannya. Ini juga terjadi dengan penulis, disaat menemui kebuntuan dalam menulis dan “mengulik” lagu dalam bermusik, langsung saja mengisap sebatang rokok dan semua hambatan dan kebuntuan sirna, yang justru digantikan dengan datangnya ide atau inspirasi.

Ketika sedang emosi, biasanya perokok dapat meredakan emosinya yang sebelumnya “menggila” menjadi padam, hanya dengan menghisap rokok. Dan pastinya masih banyak lagi hal lain, dimana seorang perokok akan merasa nyaman dan tentram ketika menghisap rokok.

Sayangnya, hal itu menjadikan kita (perokok) makin jatuh kepada kecanduan yang sangat sulit dilepaskan. Ketergantungan dan seolah rokok menjadi kebutuhan primer.

Perokok yang berniat dan berusaha untuk menghentikan kebiasaan merokok, banyak yang gagal. Mereka sudah merasakan pentingnya merokok dan sekaligus menemukan “manfaat” merokok jika berada dalam suatu masalah atau kebuntuan terhadap ide.

Selayaknya tulisan ini tidak dijadikan contoh bagi orang yang belum merokok supaya merokok. Tulisan ini hanya gambaran seorang perokok yang dengan merokok dapat menemukan sebuah ide, inspirasi sampai meredam emosi.

Sekali lagi, rokok adalah benda yang sangat berbahaya karena merusak kesehatan. Mudah-mudahan bagi perokok yang merasakan nikmatnya merokok, suatu saat dapat meninggalkan kebiasaan ini, termasuk penulis.

Rabu, 24 Maret 2010

Masturbasi: Antara Dosa dan Kebutuhan

Masturbasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sengaja pada organ kelamin untuk memberikan rangsangan dan kenikmatan seksual tersendiri bagi yang melakukannya. Masturbasi sendiri, jika dilihat dari katanya, berasal dari bahasa latin yakni mastubare yang berasal dari kata mansu yang berarti tangan dan stuprare yang berarti penyalahgunaan, atau jika diartikan penyalahgunaan yang menggunakan tangan.

Namun orang-orang di Indonesia, khusunya kaum Adam, lebih menyukai dengan nama “mengocok”. Kata-kata ini sangat sering dipakai untuk menyebut masturbasi dan cukup sering dipakai terutama di kalangan remaja yang baru memasuki masa akil balik.

Lepas dari asal-usul kata masturbasi dan bagaimana cara penyebutannya, masih timbul berbagai kontroversi perihal masturbasi. Masturbasi berada pada ketegangan dua pihak, yakni dosa dan kebutuhan. Dari sudut pandang agama, ada anggapan bahwa masturbasi ini adalah perbuatan tercela yang tidak seyogyanya dilakukan. Hal ini mengingat bahwa ini bukanlah perbuatan yang mulia dan dengan sendirinya menunjukkan kekalahan terhadap keinginan nafsu birahi. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang kebutuhan, maka masturbasi ini akan dianggap merupakan kebutuhan biologis yang dapat memenuhi hasrat seksual seseorang.

Sudut pandang agama

Jika melihat dari sudut pandang penciptaan, mungkin sperma yang dikelurakan saat masturbasi ini bisa dikatakan sebagai sebuah “barang suci.” Hal ini disebabkan karena sperma berperan penting dalam mengerjakan karya Allah, yakni melakukan penciptaan manusia. Dalam hal ini, sperma kamudian bersinergi dengan ovum dalam melaksanakan proses penciptaan tersebut.

Jadi, sudah seyogyanya bagi kita, kaum adam, untuk tidak membuang-buang sperma yang pada hakekatnya bertujuan untuk meberuskan proses penciptaan manusia. Jika kemudian terjadi mimpi basah, mungkin hal ini masih dianggap lumrah mengingat tubuh manusia ini seperti mesin otomatis yang akan dengan sendirinya membuang sesuatu yang dianggap berlebihan. Yang menjadi substansinya adalah sperma tidak bisa begitu saja dibuang karena ia adalah bagian dari karya Allah di dunia ini.

Selain itu, dalam sudut pandang agama, masturbasi yang dilakukan baik oleh kaum adam dan kaum hawa pada dasarnya didasarkan karena adanya hasrat seksual, yakni bisa saja karena melihat seseorang atau gambar yang membangkitkan gairah seksual pada dirinya. Bahayanya, jika ini terjadi pada suami yang beristri maupun istri yang berusami, maka akan timbullah sebuah model perzinahan implisit. Dalam hal ini, perzinahan ini dikatakan implisit karena mereka hanya membayangkan berhubungan seksual dengan pria atau wanita yang dilihatnya tadi, yang pada hakekatnya bukan merupakan suami atau istri mereka secara sah.

Sudut pandang manusia

Jika dilihat dari faktor kemanusiaan, maka masturbasi ini dianggap wajar. Hal ini disebabkan karena pada hakekatnya seks merupakan kebutuhan biologis setiap manusia. Oleh karena itu, sangat wajar untuk memberikan rangsangan seks pada diri sendiri, apalagi ketika masih remaja, untuk mengetahui apakah organ seksualnya dapat berfungsi dengan baik.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan hubungan antara frekuensi ejakulasi dan resiko terkena kanker prostat. Kelenjar prostat berfungsi untuk menyimpan cairan seminal yang jika tersimpan terlalu lama bisa menjadi tidak sehat. Bagi sebagian pria, cairan seminal ini tidak menimbulkan masalah, namun ada juga sebagian pria yang akan beresiko terkena kanker prostat ketika mereka jarang berejakulasi.

Masturbasi juga memerlukan tenaga. Maka dari itu, kebanyakan dari kita, ketika setelah bermasturbasi, akan merasakan badan yang lelah. Hal ini tentu saja memberikan keuntungan tersendiri bagi kita yang mungkin memiliki insomnia atau sejenisnya. Misalnya saja ketika kita masih tidak kunjung tidur saat malam sudah semakin larut, mungkin masturbasi ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk membuat tubuh menjadi lelah sehingga dengan demikian bisa segera tidur.

Masturbasi pun bisa menjadi obat terampuh mencegah perzinahan. Ketika misalnya kita harus jauh dengan pasangan kita dan sangat merindukan hubungan seks, maka masturbasi ini bisa menjadi cara yang ampuh untuk mengobati kerinduan kita itu. Sejauh yang kita pikirkan adalah pasangan kita, saya rasa masturbasi ini sah-sah saja dan tidak mengandung unsur perzinahan sama sekali.

Masturbasi akan terus menjadi dilema yang tidak kunjung selesai jika terus dikaitkan antara sudut pandang agama dan manusia. Pada dasarnya, ini hanyalah sebuah masalah sederhana namun memerlukan jawaban yang kompleks karena dilihat dari dua sisi yang berbeda. Secara pribadi, saya merasa masturbasi itu sah-sah saja dilakukan selama kita tidak berlebihan melakukannya, yakni masih dalam batas wajar dan tidak menjadi addict dengan masturbasi ini.

Selasa, 16 Maret 2010

ACUPUNCTURE..? ..Apa Itu?

[..artikel pembuka sederhana ini akan melanjut. Mewujud sebagai hadiah saya kepada semua Insan berharga di mana pun, sebagai hormat saya pada semua guru.. sang Guru.. dan (tentu) atas syukur yang dalam pada SANG GURU Sejati.. Sang Empu segala EMPU.]

“Yang bener aja, Tasha.. Mau kau tusuk jarum, aku? Ga’ ach..! Aku ndak mau! Bisa sembuh, emang? “, selorohnya di awal perbincangan kami soal keluhan nyeri kepala menahun yang dideritanya, di tengah perjalanan kami petang itu, medio awal 2001. “..tapi ga’papa, deh. Aku mau. Asal Tasha sendiri yang nusuk. Aku hanya percaya kau, Tasha..”, lanjut Beliau, lalu.

..peristiwa berlalu-nya,

“Apa? Kau menjadi seorang Akupunkturis juga, sekarang? BAGUS..!! Aku dukung penuh. Wah, baru kau, nih Non ..yang kutahu, di Alumni ini. Asik, tu.. Tolong nulis tentang Anaestesi dengan cara Akupunktur, Non.. Kemarin aku ekstraksi Gigi Impacted pasien asal Singapore. Aneh..! Beliau tidak bersedia ku-anaestesi. Beliau mengeluarkan seperangkat alat kecil, lalu nusuk jarum dirinya sendiri sebelum ku-operasi. Wah, benar-benar ajaib, Non..!! Katanya tidak merasa sakit apa pun. Beliau memang terlihat santai saja, selama ku operasi. Pendarahannya pun terkontrol. Beliaunya senyum-senyum aja.. Aku nya yang terkaget-kaget. Belakangan baru ku diberi tahu, ternyata Beliau seorang Dokter Ahli Akupunktur di Singapore. Akupunktur itu bagaimana, sih Non..?”, sang Dosen senior berujar pada ku langsung di Ruang Beliau, Bagian Pedodontia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, pagi itu..awal tahun 1997 silam.

Meski telah banyak dikenal dan diterima khalayak umum, ACUPUNCTURE (Akupunktur) tetap saja belum banyak dipahami jelas oleh sebagian kalangan, lantaran sebagian men”cap”nya tidak logis, tidak ilmiah, tidak berdata empiris, tidak ada patokan ukuran jelas dalam deret ukur berujud angka………………….etc, deret komentar bernada negatif & pesimis, meski TANPA data apa pun.

Saya kira, munculnya satu dua pandangan skeptis atas pengertian Akupunktur besar kemungkinan lantaran sang penanya belum pernah mendapatkan informasi yang cukup menjelaskannya. Andai pun sudah lengkap info & datanya, saya kira terlebih lantaran sang penanya telah menutup kebebasan benaknya sendiri dalam menerima pandangan Akupunktur yang bisa jadi berbeda dari pandangan lain tentang detail Kesehatan yang sudah ada terlebih dahulu dalam benaknya, yang sudah Beliau yakini penuh. Hanya sebatas itu, saya kira. Soal percaya tidak percaya saja.

Baiklah, meski agak terlambat (karena sudah ada beberapa artikel lain saya sebelum ini terkait bidang Akupunktur), saya berniat berbagi sekilas prolog tentangnya, kali ini.. sejauh yang sudah saya terima dari semua Guru.. termasuk dari sang Guru berwujud peristiwa & pengalaman dalam praktek saya sebagai dokter dan keseharian saya sebagai insan biasa, di muka Bumi ini.. 38 tahun terakhir. Dan, tentu..dari Sang GURU Sejati. Bukan memaksudkan agar yang tidak percaya berubah (tiba-tiba) percaya. Bukan. Saya hanya berniat berbagi. Just share..!

…………. [ Terimakasih, atas kebersediaan Saudara/i-ku.. para Sahabat.. mendengarkan saya, kali ini. ]

Saya memulainya dengan Akupunktur sebatas kata.

Ia terdiri atas 2 kata: acus yang berarti jarum, dan punctura yang berarti menusuk. Yang karenanya, Akupunktur merupakan suatu Ilmu & Seni pengobatan Tradisional Timur, yang dilakukan dengan penusukan jarum Akupunktur pada area tertentu di permukaan raga sang diri, untuk menjaga & memperbaiki keseimbangan BIO ENERGI sang diri.

Akupunktur Tradisional meliputi pengobatan melalui penusukan jarum Akupunktur ke raga, serta Moksibusi.. suatu proses pengobatan yang dilakukan dengan memanaskan bagian permukaan raga tertentu menggunakan Moksa (yang disulut api), suatu bahan khusus yang terbuat dari materi daun Artemesia Vulgaris.

Pengobatan Akupunktur bervariasi. Ada yang menggunakan jarum Akupunktur, ada pula yang tidak. Yang tidak, di antaranya: Akupresur, Sono-puncture, terapi Magnet, Aqua-puncture, Transcutaneus Electro-stimulation, Electro-acupuncture, Electro-acupuncture according to Voll, maupun Acu-las.

Akupunktur pun telah berkembang ke pembagian yang lebih spesifik (baca: Spesialisasi), di antaranya: Akupunktur Kulit Kepala, Akupunktur Telinga, Akupunktur Hidung, Akupunktur Tangan, juga Akupunktur Kaki. Juga pembagian khususnya (baca: Super Spesialisasi), di antaranya: Akupunktur Anaestesi, Akupunktur Kecantikan, dan Akupunktur Adiksi. Akupunktur Adiksi sendiri terdiri atas beberapa pengkhususan, di antaranya: Akupunktur Adiksi Obat, Akupunktur Adiksi Rokok, Akupunktur Adiksi Alkohol.

Meski ada beragam Spesialisai.. bahkan Super Spesialisasi di bidang Akupunktur, setiap Bidang tidak pernah lepaskan diri sama sekali dari Akupunktur Umum, mengingat aspek HOLISTIK yang telah jadi acuan dasar, sejak mula.. sejak lebih dari 5000 tahun lalu.

Rabu, 03 Maret 2010

Terapi Air

ENAM gelas air (1.5 liter) setiap hari , maka anda tidak perlu obat, baik tablet atau suntikan, doctor fees etc. Anda mungkin sulit untuk percaya, tetapi setelah mempraktekkannya, baru percaya !!! Inilah daftar penyakit yang dapat disembuhkan dengan cara terapi air :

1. Head Ache (SAKIT KEPALA)
2. Hypertension (DARAH TINGGI)
3. Anemia (KURANG DARAH)
4. Rheumatism (REMATIK SAKIT PERSENDIAN))
5. General Paralysis
6. Obesitas (KEGEMUKAN)
7. Arthritis (SAKIT TULANG)
8. Sinusitis (PILEK)
9. Tachycardia
10. Giddiness
11. Cough (BATUK)
12. Asthma
13. Bronchitis
14. Pulmonary Tuberculosis
15. Meningitis
16. Kidney Stones (BATU GINJAL)
17. Urogenital Diseases (SAKIT SALURAN KENCING)
18. Hyper acidity (MAAG)
19. Gastro – entitis
20. Dysentery
21. Rectal Piodapse
22. Constipation (SEMBELIT)
23. Hostorthobics
24. Diabetes
25. Eye diseases (SAKIT MATA)
26. Ophthalmic Hemorrhage & Opthalmia (MATA MERAH)
27. Irregular Menstruation (DATANG BULAN TIDAK TERATUR)
28. Leukemia
29. Uterus Cancer (KANKER RAHIM)
30. Breast Cancer (KANKER PAYUDARA)
31. Laryngitis (RADANG TENGGOROKAN)

Dari riset dan pengalaman penyakit2 dapat sembuh dalam hitungan hari, minggu atau bulan, tergantung jenis penyakit / keluhan :

sembelit


:


1hari

maag


:


2hari

Diabetes


:


7hari

Cancer


:


4minggu

Pulmonary TB


:


3bulan

BP & Hypertension


:


4 minggu

catatan:

Bagi penderita sakit tulang or rematik, lakukan terapi air dalam 3 kali sehari ( pagi 0,5 liter 1 jam sebelum sarapan, 0,5 liter sebelum makan siang, dan 0,5 liter lagi sebelum makan malam), setelah penyakitnya mereda, boleh menjadi 2 kali, akhirnya sekaligus pada waktu pagi sehabis bangun tidur.