Selasa, 16 Maret 2010

ACUPUNCTURE..? ..Apa Itu?

[..artikel pembuka sederhana ini akan melanjut. Mewujud sebagai hadiah saya kepada semua Insan berharga di mana pun, sebagai hormat saya pada semua guru.. sang Guru.. dan (tentu) atas syukur yang dalam pada SANG GURU Sejati.. Sang Empu segala EMPU.]

“Yang bener aja, Tasha.. Mau kau tusuk jarum, aku? Ga’ ach..! Aku ndak mau! Bisa sembuh, emang? “, selorohnya di awal perbincangan kami soal keluhan nyeri kepala menahun yang dideritanya, di tengah perjalanan kami petang itu, medio awal 2001. “..tapi ga’papa, deh. Aku mau. Asal Tasha sendiri yang nusuk. Aku hanya percaya kau, Tasha..”, lanjut Beliau, lalu.

..peristiwa berlalu-nya,

“Apa? Kau menjadi seorang Akupunkturis juga, sekarang? BAGUS..!! Aku dukung penuh. Wah, baru kau, nih Non ..yang kutahu, di Alumni ini. Asik, tu.. Tolong nulis tentang Anaestesi dengan cara Akupunktur, Non.. Kemarin aku ekstraksi Gigi Impacted pasien asal Singapore. Aneh..! Beliau tidak bersedia ku-anaestesi. Beliau mengeluarkan seperangkat alat kecil, lalu nusuk jarum dirinya sendiri sebelum ku-operasi. Wah, benar-benar ajaib, Non..!! Katanya tidak merasa sakit apa pun. Beliau memang terlihat santai saja, selama ku operasi. Pendarahannya pun terkontrol. Beliaunya senyum-senyum aja.. Aku nya yang terkaget-kaget. Belakangan baru ku diberi tahu, ternyata Beliau seorang Dokter Ahli Akupunktur di Singapore. Akupunktur itu bagaimana, sih Non..?”, sang Dosen senior berujar pada ku langsung di Ruang Beliau, Bagian Pedodontia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, pagi itu..awal tahun 1997 silam.

Meski telah banyak dikenal dan diterima khalayak umum, ACUPUNCTURE (Akupunktur) tetap saja belum banyak dipahami jelas oleh sebagian kalangan, lantaran sebagian men”cap”nya tidak logis, tidak ilmiah, tidak berdata empiris, tidak ada patokan ukuran jelas dalam deret ukur berujud angka………………….etc, deret komentar bernada negatif & pesimis, meski TANPA data apa pun.

Saya kira, munculnya satu dua pandangan skeptis atas pengertian Akupunktur besar kemungkinan lantaran sang penanya belum pernah mendapatkan informasi yang cukup menjelaskannya. Andai pun sudah lengkap info & datanya, saya kira terlebih lantaran sang penanya telah menutup kebebasan benaknya sendiri dalam menerima pandangan Akupunktur yang bisa jadi berbeda dari pandangan lain tentang detail Kesehatan yang sudah ada terlebih dahulu dalam benaknya, yang sudah Beliau yakini penuh. Hanya sebatas itu, saya kira. Soal percaya tidak percaya saja.

Baiklah, meski agak terlambat (karena sudah ada beberapa artikel lain saya sebelum ini terkait bidang Akupunktur), saya berniat berbagi sekilas prolog tentangnya, kali ini.. sejauh yang sudah saya terima dari semua Guru.. termasuk dari sang Guru berwujud peristiwa & pengalaman dalam praktek saya sebagai dokter dan keseharian saya sebagai insan biasa, di muka Bumi ini.. 38 tahun terakhir. Dan, tentu..dari Sang GURU Sejati. Bukan memaksudkan agar yang tidak percaya berubah (tiba-tiba) percaya. Bukan. Saya hanya berniat berbagi. Just share..!

…………. [ Terimakasih, atas kebersediaan Saudara/i-ku.. para Sahabat.. mendengarkan saya, kali ini. ]

Saya memulainya dengan Akupunktur sebatas kata.

Ia terdiri atas 2 kata: acus yang berarti jarum, dan punctura yang berarti menusuk. Yang karenanya, Akupunktur merupakan suatu Ilmu & Seni pengobatan Tradisional Timur, yang dilakukan dengan penusukan jarum Akupunktur pada area tertentu di permukaan raga sang diri, untuk menjaga & memperbaiki keseimbangan BIO ENERGI sang diri.

Akupunktur Tradisional meliputi pengobatan melalui penusukan jarum Akupunktur ke raga, serta Moksibusi.. suatu proses pengobatan yang dilakukan dengan memanaskan bagian permukaan raga tertentu menggunakan Moksa (yang disulut api), suatu bahan khusus yang terbuat dari materi daun Artemesia Vulgaris.

Pengobatan Akupunktur bervariasi. Ada yang menggunakan jarum Akupunktur, ada pula yang tidak. Yang tidak, di antaranya: Akupresur, Sono-puncture, terapi Magnet, Aqua-puncture, Transcutaneus Electro-stimulation, Electro-acupuncture, Electro-acupuncture according to Voll, maupun Acu-las.

Akupunktur pun telah berkembang ke pembagian yang lebih spesifik (baca: Spesialisasi), di antaranya: Akupunktur Kulit Kepala, Akupunktur Telinga, Akupunktur Hidung, Akupunktur Tangan, juga Akupunktur Kaki. Juga pembagian khususnya (baca: Super Spesialisasi), di antaranya: Akupunktur Anaestesi, Akupunktur Kecantikan, dan Akupunktur Adiksi. Akupunktur Adiksi sendiri terdiri atas beberapa pengkhususan, di antaranya: Akupunktur Adiksi Obat, Akupunktur Adiksi Rokok, Akupunktur Adiksi Alkohol.

Meski ada beragam Spesialisai.. bahkan Super Spesialisasi di bidang Akupunktur, setiap Bidang tidak pernah lepaskan diri sama sekali dari Akupunktur Umum, mengingat aspek HOLISTIK yang telah jadi acuan dasar, sejak mula.. sejak lebih dari 5000 tahun lalu.

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Posting Komentar