Jumat, 28 Mei 2010

5 Gangguan Kesehatan bagi Pengidap Anoreksia



Obsesi memiliki bentuk tubuh kurus yang menyebabkan kematian, berkali-kali terjadi. Kasus terakhir menimpa aktris Brittany Murphy, yang mendadak tewas saat berada di kamar mandi, Desember lalu. Awalnya keluarga mengira Brittany mengalami serangan jantung. Namun pada 4 Februari lalu, kepolisian merilis penyebab kematian bintang Uptown Girl ini, yaitu keracunan sejumlah obat, pneumonia, dan anemia yang disebabkan kekurangan zat besi. Brittany juga diduga mengalami eating disorder.

Perempuan memang sebaiknya lebih menghargai tubuhnya. Tidak ada salahnya punya keinginan memiliki tubuh langsing. Namun yang perlu ditekankan adalah makan dengan sehat. Bila Anda sudah mengidap anoreksia atau kelainan makan lainnya, Anda juga akan mengalami masalah kesehatan lain seperti:

* Kesuburan
Memiliki berat badan yang kurang bisa menyebabkan kemandulan atau gangguan kesuburan. Sedangkan terlalu gemuk bisa menyebabkan hormon kesuburan bekerja lambat. Namun kabar baiknya, kesuburan akan kembali datang jika tubuh kita kembali sehat. ''Saat tubuh tidak mengalami gangguan kesehatan, hormon kesuburan akan kembali normal,'' ujar Walter H Kaye MD, direktur program gangguan makan, di University of California, San Diego.

* Gangguan jantung
Penyakit anoreksia akan membuat jantung tidak berfungsi dengan baik, melemah, dan membuat tubuh jadi dehidrasi. Cairan dalam tubuh menjadi tidak seimbang, dan akhirnya menyebabkan serangan jantung. Namun kerusakan ini bisa kembali pulih saat tubuh kita kembali ke berat normal.

* Gigi tanggal
Mereka yang kekurangan berat badan memang seringkali memiliki gangguan pada gigi mereka. Gigi jadi mudah tanggal dan rapuh. Hal ini disebabkan asam dari lambung akan naik ke tenggorokan, dan dilanjutkan ke mulut. Akibatnya mulut memiliki tingkat keasaman yang tinggi dan menyebabkan gigi rusak, berlubang, bahkan tanggal.

''Kalau hal ini terjadi di usia 30-an, tentunya Anda akan terlihat aneh dengan gigi yang ompong. Bisa Anda bayangkan?'' ungkap Jennifer Nardozzi, Psi, manager pelatihan nasional untuk The Renfrew Center, klinik penanggulangan gangguan makan.

* Perut kembung atau membuncit
Gangguan makanan bisa menyebabkan juga penyakit di saluran pencernaan, mulai gangguan lambung atau maag, hingga kesulitan untuk buang air besar. Pengidapnya juga mengalami kesulitan untuk menelan. Wajah mereka akan terlihat amat pucat. ''Penyakit ini juga bisa membuat kelenjar liru berproduksi lebih banyak, dan membuat mulut menjadi bau. Muka terlihat membengkak, dan bagian pipi terlihat kembung,'' ujar Nardozzi.

* Overdosis
Sejumlah obat diracik dan ditakar sesuai dengan berat badan orang normal, sehingga ketika ketika penderita anoreksia menelan obat-obatan itu secara tidak langsung menjadi overdosis. ''Setiap orang harus membedakan antara berada dalam keadaan yang menarik (langsing) ataukah sedang mengalami suatu penyakit,'' tegas Lynn Grefe, CEO The National Eating Disorder Association.

Rabu, 26 Mei 2010

Memilih Baju Hamil yang Benar

Hari ini saya berencana membeli BAJU HAMIL yang baru, bukan karena baju kemarin rusak atau sudah kesempitar, namun hanyak pengen nambah koleksi saja,hehe. Sebelum membeli baju yang baru biasanya saya selalu menetapkan standar dasar untuk pemilihan baju itu. Apa saja standar yang saya tetapkan?

1. Tentu saja baju itu harus nyaman dan adem, walaupun pas belinya saat ada GROSIR BUSANA MUSLIM.
2. Tidak ketinggalan jaman, gak maukan memakai baju yang sudah old fashion.
3. Sesuai dengan selera saya,hehe

Itu saja criteria yang saya tetapkan saat membeli baju hamil yang baru, bahkan untuk keperluan yang lain saya juga memakai standar ini.

Minggu, 23 Mei 2010

Berbagi Tips dan Triks Gratis

Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.

Sabtu, 22 Mei 2010

Seks yang Mengundang Maut

PERNAH dengar orang mati di pantai gara-gara “bermain” di dalam mobil, kan? Itu, sih bodoh! Kalau yang satu ini, pasti jarang ada yang dengar dan jangan sampai Anda alami!

Kriiingggg!!!
“Halo!”
“Ka… tolong! Ke sini… Cepat!!!
“Halo!!! Halo! Hallooooo…!!!
Panik.

Buru-buru saya masuk ke dalam mobil. Masih pakai daster pula! Jam dua pagi, sih! Segera saya berangkat ke daerah Bintaro, tempat teman saya itu tinggal! Untungnya saya masih tinggal di BSD, jadi jaraknya nggak terlalu jauh. 15 menit pun sudah sampai di depan rumahnya.

“Ada apa? Kenapa?”
“Ndak tahu, Bu! Saya tadi Cuma dengar bapak teriak minta saya nunggu di sini. Katanya, ibu mau datang.”
“Kamu bener nggak tahu?!”
“Nggak!”
Waduuuhhhh! Makin panik.

Saya segera masuk dan langsung menuju kamar tidurnya. Habis ke mana lagi coba? Dia nggak ada di mana-mana, pasti ada di dalam situlah!

Tok tok tok…
“Masuk! Nggak dikunci! Masuk…!!!
Saya pun masuk.
Aduuuuhhhhh!!!!

Dua orang tanpa busana, saling bertumpukan, tapi dua-duanya pucat pasi! Tubuh mereka tegang dan kaku! Nggak beres, nih! Ganjet, gila!!!

Sebetulnya saya juga kurang yakin apa benar itu ganjet. Belum pernah lihat, sih! Namun konon menurut cerita orang-orang, ya seperti itu. Yang pasti, saya segera menelpon rumah sakit terdekat untuk mengirimkan tim medis. Untunglah mereka segera datang dan memberikan pertolongan. Akhirnya pasangan suami istri itu pun bisa lepas dan wajahnya dapat berubah warna menjadi normal kembali. Hanya nafasnya saja yang masih belum stabil. Perlu waktu beberapa lama untuk menetralisir keadaan mereka. Setelah itu, mereka langsung diangkut ke rumah sakit.

Beberapa hari kemudian, setelah dinyatakan sembuh tentunya, sang suami mengajak saya ngopi di salah satu tempat dekat tempat saya bekerja. Ingin menyelesaikan masalah, katanya.

Saya tidak pernah menduga hal ini bisa sampai terjadi, tetapi sejak awal pernikahan mereka, bahkan sewaktu mereka masih pacaran pun saya sudah takut kalau-kalau akan ada terjadi sesuatu yang nggak beres dalam hubungan seksual mereka. Masalahnya, sang istri pernah diperkosa oleh ayah tirinya. Bukan hanya sekali tapi berulang-ulang. Malah pernah sampai menggugurkan kandungan segala. Saya yakin akan ada pengaruh yang besar terhadap kejiwaannya. Soalnya, dia suka berkelakuan aneh menurut saya. Sering murung dan bermuram durja. Menangis tanpa alasan yang jelas. Mindernya? Buanget!!!

Terjadinya kejadian ini pasti berhubungan erat dengan trauma yang dialaminya itu. Bisa jadi dia tiba-tiba teringat kejadian saat dia perkosa, lalu stres dan tegang. Akibatnya, seluruh ototnya menjadi kaku, termasuk otot di sekitar kemaluannya hingga tulang pinggul dan tulang kemaluannya menjadi “mengunci”. Terkuncilah penis sang suami di dalam sana! Kebayang sakitnya kayak apa! Kalau tidak segera ditolong… maut bisa menjemput, lho!

Masih ingat sewaktu mereka belum menikah, saya dan teman-teman dekatnya pernah membahas masalah ini.

“Apa kamu siap menerima semua resikonya?”
“Siap! Siap banget! Saya sangat mencintainya. Saya tidak bisa hidup tanpa dirinya. Saya seratus persen siap!”
Ya sĂștralah kalau siap! Siapa yang berani melarang?

Setelah bicara panjang lebar, akhirnya dia sepakat untuk membawa istrinya ke dokter jiwa. Tidak ada lagi jalan keluar. Ini satu-satunya. Pasti akan memakan waktu yang tidak sebentar, tetapi saya bilang, “Kalau kamu memang mencintainya, kamu pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuknya.”

Dua tahun berselang, mereka sepakat untuk bercerai. Sang suami awalnya tidak menghendaki, biarpun dia “puasa” terus, tetapi sang istri mendesak. Dia tidak sanggup, katanya. Lebih berat baginya untuk bisa menyembuhkan diri di mana pada saat yang bersamaan dia harus diderita rasa bersalah yang amat besar terhadap suami yang amat mencintai dan menyayanginya.

Saya tidak bisa bicara apa-apa. Saya hanya bisa mendoakan saja supaya mereka diberikan yang terbaik. Itu saja

Jumat, 14 Mei 2010

Istriku Lesbian

WOW! Aneh tapi nyata, mungkin itu seharusnya judul dari tulisan ini. Ini bukan sekedar selingkuh biasa, tetapi lebih dahysat lagi. Selingkuh dengan sesama jenis. Yang lebih mencengangkannya lagi, disetujui pula oleh suaminya….

Pernah dengar selentingan tetapi tidak terlalu percaya sampai akhirnya kejadian. Seorang sahabat dari bangku kuliah, Nanda namanya, yang baru kawin enam bulan yang lalu, memberikan sebuah pengakuan yang mengejutkan. Dia mengaku punya pacar seorang perempuan cantik bernama Saskia sejak dua bulan lalu dan sudah mendapat persetujuan dari suaminya.

Tadinya saya pikir dia hanya mengada-ada saja, tetapi dari wajahnya yang tampak serius, sepertinya dia tidak bohong. Apalagi kemudian dia memperkenalkan Saskia kepada saya. Tidak hanya itu, dia pun memperkenalkan saya kepada beberapa wanita anggota “geng” mereka yang menganut aliran sepaham.

Rasa iba yang sangat besar muncul dari lubuk hati yang paling dalam mengingat apa yang terjadi akibat rasa sepi di hati Nanda. Kemudian muncul rasa takut dan curiga yang tidak kalah besarnya. Jangan-jangan… dari dulu dia lesbian! Padahal kita dulu suka tidur bareng, ganti baju rame-rame, peluk-pelukan… TIDAKKKKK !!!!

Ya Tuhan, apa yang harus saya lakukan? Bagaimana saya harus bersikap? Tolong berikan saya jawaban agar mulut yang terkunci rapat dan tubuh yang sepertinya sudah tak bertulang ini bisa berfungsi lagi.

Ayo Mariska! Semangat-semangat!! Berpikir positif! Positif… positif… positif…

Setelah berhari-hari gelisah memikirkan apa yang terjadi, akhirnya saya mendapat jawaban yang saya anggap dari Tuhan. Sebuah buku yang tergeletak di atas meja kerja saya terbuka, dan sepenggal kalimat langsung menarik perhatian saya. “…Ideal society is a drama enacted in the imagination…” The Life of Reason, George Santayana, halaman 150. Bagi saya, artinya adalah tidak mungkin bagi kita untuk selalu mendapatkan segala sesuatunya sesuai dengan yang kita inginkan. Semuanya hanya bisa terwujud di kepala saja, sedangkan kenyataannya kita harus lebih realistis.

Bukan hak saya untuk menilai dia, begitu juga memaksanya untuk berubah. Adalah kewajiban saya untuk membuka mata hati dan pikirannya. Biarpun kecil usaha yang saya lakukan, tetapi lebih baik daripada duduk diam dan berpangku tangan. Akhirnya saya pun memutuskan untuk memberi sedikit pencerahan seks kepada “geng aneh” ini.

Di hari yang telah ditentukan bersama, saya pun mengunjungi sebuah cafe tempat geng ini biasa berkumpul. Rasanya sedikit aneh. Dari rumah siap-siap akan bertemu dengan wanita-wanita tomboy berdandan ala punk dengan tindikan di mana-mana, tapi kok yang ada justru kaya ibu-ibu arisan. Cantik-cantik, rapih-rapih, harum-harum, dan genit-genit. Ngerumpi sana, ngerumpi sini. Terlalu biasa untuk dibilang aneh.

Setelah basa-basi, “ceramah” pun dimulai. Pertama-tama, saya bertanya, “Siapa di antara ibu-ibu, mbak-mbak, sekalian yang merasa lebih aman menjadi lesbian dibandingkan selingkuh dengan banyak pria?”. Persis seperti dugaan saya, 100% dari mereka yang jumlahnya mendekati angka 50 orang ini menjawab dengan yakin, “Pastinya, dong!

Saya pun melanjutkan dengan penjelasan bahwa apa yang mereka pikir itu tidak sepenuhnya benar. Seorang lesbian pun memiliki resiko tertular penyakit kelamin, HIV, dan AIDS. Terlebih lagi jika mereka tetap melakukan hubungan seks dengan suami-suami mereka. Resikonya jadi dua kali lebih besar lagi.

Seks oral yang mereka biasa lakukan pun memiliki resiko yang tinggi bila tidak mengindahkan kebersihan mulut dan tubuh. Mulut dan tangan yang kotor bisa membawa virus, bakteri, dan kuman penyebab penyakit lainnya masuk kedalam tubuh. Penyakit kelamin seperti herpes pun bisa tertular lewat cara ini. Untuk lebih mendramatisir, saya minta mereka membayangkan luka seperti bisul akibat herpes yang biasanya ada di alat vital, pindah ke mulut dan seputar bibir mereka. Hehehe… banyak yang stress!

Resiko terjadinya kerusakan alat vital dan organ seksual lainnya akibat penggunaan “alat bantu” seperti dildo dan vibrator dengan tidak benar juga bisa terjadi. Bayangkan bila harus dilakukan vagina plasti hanya karena dinding vagina menjadi rusak dan robek seperti saat melahirkan anak. “Aduh, sakitnya!” teriak salah satu dari mereka.

Belum lagi efek psikologis yang timbul akibat tekanan dari luar, kurangnya rasa percaya diri, rasa bersalah, benci, dendam, dan masalah lainnya yang berakumulasi menjadi satu. Membohongi diri sendiri memiliki efek psikologis negatif yang besar terhadap kejiwaan seseorang. Tidak sedikit yang akhirnya merasa dikucilkan, stress, dan buntut-buntunya masuk Rumah Sakit Jiwa. Semua cuma diam dan ada juga yang terbengong-bengong.

Perkembangan psikologis anak pun harus dipikirkan. Kita sebagai orang tua tidak boleh egois, karena bagaimanapun juga, seberapa pintarnya kita menutupi masalah, seorang anak tetap bisa “merasa”. Bila ada sesuatu yang tidak benar dan salah dalam sebuah rumah tangga, seringkali anak yang akhirnya menjadi korban terparah.

Saya tidak meminta mereka untuk kemudian segera berubah pikiran, tetapi saya minta mereka untuk merenung sejenak apa yang telah dibahas sebelumnya. Apapun keputusan yang mereka ambil, tetap akan saya hargai. Toh, semua resikonya mereka yang harus tanggung sendiri.

Sebuah pelajaran yang tak ternilai artinya bagi saya. Semoga juga bisa memberikan banyak manfaat bagi semua

Senin, 03 Mei 2010

Ukuran Bukan Masalah, Sayang!

BercumbuBIARPUN besar tapi tak mampu menggetarkan dunia, lebih baik kecil tapi benar-benar membuat bumi berguncang!

Jadi ingat sebuah film independen karya sutradara Brazil. Judulnya lupa, namanya pun lupa. Sudah lama, sih! Namun isinya sangat membekas di hati saya. Ceritanya tentang kehidupan pelacur jalanan di sana. Ada banyak kisah pelacur yang berbeda-beda, namun yang paling membekas adalah cerita tentang seorang pelacur “berpengalaman” yang memiliki banyak sekali pelanggan. Antriannya puanjaaaanggg banget!

Diperlihatkan bahwa pria-pria yang ngantri, datang dari berbagai kalangan yang berbeda. Ada yang tua, ada yang masih remaja, ada yang ganteng, kebanyakan, sih, jelek, ada yang bersih, ada yang kumal dan kusam, ada yang bertubuh besar dan kekar, ada juga yang kurus kerempeng seperti orang penyakitan. Wah, pokoknya macam-macam, deh, bentuk dan jenisnya.

Sang sutradara sangat pintar membuat penontonnya penasaran dengan memberikan sepenggal potongan cerita saja yang kemudian bersambung dan terputus lagi. Sepertinya dia sengaja membuat penontonnya menduga-duga siapa gerangan pria yang berhasil membuat pelacur itu mencapai kepuasan? Dan dia berhasil. Saya sudah menebak yang ini, teman saya yang itu, sampai kami berdebat segala. Hehehe…

Ternyata, di penghujung cerita, ditunjukkanlah bahwa pemenangnya adalah…. Jreng-jreng… Seorang pria gendut, kumal dan kusam, penuh dengan keringat, dan botak pula! Huahahahaha…. Siapa yang sangka coba?!! Dan sambil tersenyum, pelacur itu pun menolak bayaran dari pria gendut itu sambil berkata, “Kamu benar-benar tahu bagaimana caranya!” Wuiiiihhhhhhh!!!!! Hebat banget, ya! Pelacur senior saja bisa sampai bilang begitu coba!

Pria bertubuh amat sangat tambun itu sepertinya tidak mungkin punya ukuran penis yang besar. Malah kayaknya dia kerepotan kalau harus melihat penisnya sendiri. Di mana, ya? Apa masih ada? Di sini bukan? Hehehe… Soalnya, ada benarnya mitos tentang pria gendut memiliki ukuran penis yang kecil. Sebetulnya bukan kecil, tetapi menyusut. Lemak membuat pangkal penisnya menjadi “bengkak” dan menutupi sebagian pangkalnya. Makanya, jadi kelihatan lebih pendek. Padahal nanti kalau berat badannya turun pun akan “memanjang” lagi dan bila berat badannya sudah normal, ukurannya pun akan normal kembali.

Ya sudahlah, kita kembali ke topik utama. Kekhawatiran pria akan ukuran penisnya seringkali sangat mengkhawatirkan. Masalahnya, jadi nggak pede dan justru membuatnya semakin terpuruk. Makin tidak memuaskan, maksudnya. Padahal rasa percaya diri itu penting banget, lho! Membuat pria jadi lebih keras, lebih lama, dan lebih berani mencoba berbagai macam posisi berbeda. Inilah yang bisa membuat dunia wanita berputar!!!

Ukuran penis pria Asia yang normal adalah antara 4 cm sampai dengan 15 cm saat ereksi. Kalau kurang dari 4 cm, baru boleh bingung! Kalau lebih dari 15 cm, jangan berbangga hati dulu! Bila tidak tahu posisi yang benar, bukannya bikin pasangan Anda bahagia, tapi justru merasa kesakitan dan tersiksa. Selama Anda masih berukuran normal, tidak perlu khawatir. Pasti bisa membuat pasangan Anda orgasme! Titik syaraf yang paling sensitif di dalam vagina cuma berjarak sekitar 3 cm dari pintu masuknya, kok! Nyampe, dong! Makanya, jangan buang waktu dan energi hanya buat mikirin ukuran saja, mendingan juga memikirkan teknik dan caranya. Ya, kan?

Perlu digarisbawahi bahwa posisi dan cara yang bisa membuat Anda cepat puas belum tentu bisa membuatnya puas juga. Butuh penjajakan, eksperimen, dan komunikasi dengan pasangan Anda untuk bisa menemukan posisi dan “titik” yang paling pas bagi kalian berdua. Jangan takut salah! Terus saja mencoba! Nanti juga kalau sudah ketemu slag-nya, pasti bakal heboh! Bukan hanya dunia dan bumi yang bergetar dan berguncang. Kalau perlu seluruh alam semesta dan jagat raya ini pun turut bergoyang!!! Hehehe…

Rabu, 28 April 2010

Lagi Soal Kencing Manis: Solusi,Pengobatan, dan Perawatannya

Secara medis penyakit kencing manis disebabkan karena kelenjar pankreas sudah tidak mampu mengeluarkan insulin secara nornal. Padahal insulin diperlukan untuk proses pembakaran karbohidrat dalam tubuh. Akibatnya adalah penumpukan kadar gula dalam darah.

Kencing manis ini bisa dibagi menjadi dua tipe yaitu tipe satu dan tipe dua. Pada penderita kencing manis tipe satu insulin betul-betul sudah tak berproduksi lagi sehingga penderita bergantung pada pemberian insulin dari luar. Sedangkan pada tipe dua, sebenarnya produk insulin masih ada walaupun sedikit, tetapi tubuh penderita sudah kehilangan kemampuan untuk memfungsikan insulin tersebut.

Pengobatan dan perawatan kencing manis.
1. Diet teratur. Namun perlu diingat dalam diet ini yang saya maksudkan adalah bukan sama sekali menghentikan konsumsi makanan yang diperlukan tubuh. Cukup menghindari makanan yang mengandung gula tinggi. Silahkan anda tetap makan nasi, lauk-pauk dan buah-buahan namun dalam ukuran yang wajar.

2. Olah raga yang teratur misalnya jalan kaki waktu pagi hari, senam ringan dll.

3. Pengobatan dengan minyak yang diambil dari buah kelapa yang cara pemrosesannya tanpa pengapian, peragian maupun penambahan enzim atau bahan kimia lainnya. Jika anda mengkonsumsi ramuan minyak ini secara teratur kurang lebih dua bulan insya Allah anda akan sembuh dari penyakit ini. Namun hati-hati membelinya. Carilah yang betul-betul asli bukan sekedar minyak kelapa biasa yang dibeningkan ataupun yang disuling. Hati-hati jika anda membuatnya sendiri sebab jika salah memprosesnya maka minyak tsb bisa mengandumg alkohol dengan kadar tinggi. Namun jika caranya betul maka minyak tsb bvanyak manfaatnya termasuk merangsang insulin anda dan mampu menggelontor kolestrol maupun asam urat di tubuh anda.

4. Pencegahan atau perawatan untuk mencegah supaya penyakit ini tidak berulang kembali. Caranya demikian. Anda siapkan beras ketan hitam,cuci bersih dan keringkan kemudian simpan.
Tiap pagi hari ambil satu sendok makan beras tsb, masukkan ke dalam gelas kemudian tuangi air panas dan aduk-aduk. Setelah sejuk maka minumlah air beras ketan hitam tersebut.

5. Bagi anda laki-laki yang menderita kencing manis biasanya kemampuan seks anda juga menurun. Seperti pada tulisan sebelumnya saya sarankan anda mengkonsumsi minyak kuning telor. Jangan takut kolestrol. Jika anda minum minyak kuning telor dengan kombinasi minum minyak kelapa murni maka anda akan jauh dari kolestrol.

Demikian artikel ini -yang mana sudah saya praktekkan sekian lama dalam membantu mengobati penderita kencing manis-, semoga bermanfaat bagi pembaca. Wassalam.

Sabtu, 17 April 2010

Sakit Kepala? Obati Dengan Bawang Putih

Apakah selama ini jika kepala anda sakit anda akan langsung ke apotik untuk membeli obatnya? Dan jika sakitnya masih terasa bahkan tambah parah anda akan langsung memeriksanya ke dokter? Wow jika itu yang anda lakukan, anda bisa bayangkan berapa banyak zat beracun yang ada di dalam tubuh anda sekarang ini. Anda bisa menggunakan OBAT HERBAL untuk membantu diri anda sendiri menghadapi sakit kepala yang mengganggu. Caranya sangat sederhana, yang perlu anda lakukan adalah dengan menggunakan bawah putih. OBAT TRADISIONAL ini sudah digunakan oleh orang tua kita sejak dulu, dan khasiatnya memang sudah terbukti. Biar tidak banyak cakap, berikut adalah cara pengolahan agar tanaman bawah putih bisa anda jadikan obat untuk membasmi sakit kepala anda yang mengganggu, dan tentu saja obat ini tanpa efek samping.
Racikan bawang putih untuk meredakan Sakit kepala
Bahan: umbi bawang putih;
Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus;
Cara menggunakan: untuk kompres pada dahi.

Semoga setelah membaca artikel ini, anda tau betapa berkhasiat tanaman obat yang ada di sekitar kita.

Kamis, 15 April 2010

“Burung”

“EEEEMMMMM!!! Kalau disunat Apanya yang dipotong???!!!!”

Teriak Marra, anak saya yang paling besar, dari dalam kamar mandi. Buru-buru saya masuk ke sana dan tampaklah dia sedang berada di depan cermin.

“M (panggilan manis untuk saya, kependekan dari Mami Mariska)! Apanya, dong, yang dipotong? Penis saya nanti jadi hilang, nggak?”

Dengan perasaan sedikit geli, saya pun menjelaskan bahwa yang dipotong adalah kulit luar ujung penisnya saja. Penisnya tetap akan ada dan tidak dipotong sama sekali.

“Sakit nggak?”
“Sedikit! Anak M, kan, hebat. Kalau cuma sakit segitu, sih, yaaahhhh nggak ada apa-apanya. Keciiillll.”

Biarpun tidak tahu bagaimana rasa pastinya, tapi saya tidak ingin membohongi ataupun menakuti-nakutinya.

Setelah mengerti dia pun tidak pernah lagi bertanya-tanya soal sunat kepada saya, kecuali, “M, kapan saya disunat? Saya sudah siap, nih!”. Hehehehe…

Setiap kali dia bertanya soal kapan disunat, setiap kali juga saya teringat saat dia baru “ngeh” perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Waktu itu kalau tidak salah pada saat dia masih berumur empat tahunan.

“M, sebenarnya ini namanya apa? Kata teman saya di sekolah, ini namanya burung, tapi kenapa kamu bilang ini penis?”
“Dari mana kamu tahu dia sebut itu burung?”
“Waktu pipis sama-sama di kamar mandi.”
“Ooooh! Kalau menurut kamu itu penis atau burung?”
“Penis. Soalnya kalu burung, kan, yang bisa terbang. Masa ini bisa terbang juga?”

Bagus-bagus. Paling tidak dia mengerti konsep perbedaan katanya.

“Memang itu namanya penis, sayang, bukan burung. Penis nggak bisa terbang sayang. Dan itu adalah yang membuat kamu berbeda dengan M. Kamu disebut laki-laki karena kamu punya penis. Makanya, kamu harus jaga baik-baik kebersihannya dan juga harus bangga, ya. Soalnya penĂ­slah yang membuat kamu disebut sebagai laki-laki.”

Saya memang sengaja menekankan kata keberihan karna saya tidak mau dia terlalu sering bermain-main dengan penisnya. Apalagi dengan tangan yang kotor. Sedangkan penekanan kata bangga di sini karena saya tidak mau kelak kemudian nanti dia harus berurusan dengan masalah ukuran penis, yang diidab oleh kebanyakan pria. Masalahnya, ukuran seharusnya tidak terlalu dipikirkan, kecuali memang ukurannya terlampau kecil atau terlampau besar versi ilmu kedokteran. Masa dia nanti jadi nggak pede hanya gara-gara penis, sih?! Nggak lah, yaw!

“Kalau yang kamu namanya apa, M?”
“Saya punya vagina, dan saya bangga karena ini yang membuat saya menjadi seorang perempuan.”

Saking senangnya dia mendapat “pencerahan” soal ini, hampir setiap pulang sekolah dia berkata, “Hai, M! Saya punya penis. Kamu punya vagina, kan?”. Saya, sih, cuma senyum-senyum saja sampai pada suatu hari, saya mengajaknya pergi ke sebuah mal. Dia saya antar masuk ke dalam sebuah toko mainan untuk bersenang-senang di sana, sementara saya menunggunya di sebuah kedai kopi yang berada tepat di depan toko itu.

Tak lama berselang, dia pun muncul dengan wajah berseri-seri sambil melambaikan tangan ke arah saya. Lalu dia pun berlari dan berteriak sekeras-kerasnya, “Mami Vagina… Mami Vagina…!!!” Waduh!

Begitu juga saat dia berumur tujuh tahunan, saat dia baru pertama kali menjenguk saya dan adik perempuannya, Manar, yang baru saja lahir.

“M, memangnya adik keluar dari mana, sih? Kok, perut kamu nggak berdarah?”
“Memang bukan keluar dari perut sayang, tapi dari vagina.”
“Hah! Sama kayak pipis, dong?”
“Nanti M jelaskan kalau sudah pulang ke rumah, ya.”
“Satu lagi, M. Kalau anak keluar dari vagina kamu, berarti dia anak kamu. Terus kenapa saya jadi anak Pi (panggilan sayang untuk papanya, singkatan dari Papa Doel) juga?”
“Iya, ya, nanti, deh, M jelaskan sekalian.”

Yang namanya janji sama anak harus ditepati. Kalau tidak, dia pasti akan kecewa atau terus-terusan merengek minta penjelasan. Saya pun kemudian menerangkan bahwa vagina adalah bagian dari alat reproduksi wanita, yang merupakan jalan masuk sperma ke dalam rahim dan jalan keluarnya anak dari dalam rahim. Sedangkan jalan keluarnya kencing, disebut dengan uretra. Tidak lupa juga saya menjelaskan tentang sperma dan telur yang kemudian bersatu dan membelah, yang kemudian menjadi janin dan keluar menjadi anak.

Cukup ruwet juga menjelaskannya, saya sampai menggambar segala biar dia bisa cepat mengerti. Untungnya dia tidak bertanya bagaimana cara masuknya sperma ke dalam vagina. Kalau untuk yang satu itu, rasanya saya juga belum siap, deh!

Sayangnya, saya waktu itu menggambar sperma seperti kepala ayahnya yang diberi ekor. Maksudnya, sih, biar dia mengerti kenapa dia disebut sebagai anak ayahnya juga, tapi sewaktu penjelasan usai, dia jadi berkomentar, “M, kalau begitu, kalau saya besar nanti, sperma saya ada kepalanya juga dong, kaya kepala saya.” Hehehe…. Kali ini kepala saya yang gatal mendadak.

Memberikan pendidikan seks untuk anak memang susah-susah gampang, tetapi sebaiknya tidak dihindari karena akan sangat berbahaya jika kemudian dia mencari-cari sendiri. Kalau jawabannya benar, mungkin tidak masalah, kalau salah? Dan alangkah baiknya jika kita sebagai orang tua mereka jadikan tempat bertanya sehingga kita bisa memberikan masukan yang benar dan tepat. Mereka pun akan jadi lebih percaya dengan omongan kita dibandingan dengan omongan orang lain.

Penggunaan istilah ilmiah dan kedokteran, menurut saya, lho, adalah solusi yang paling tepat untuk menjelaskan. Soalnya, ini tidak porno, tidak vulgar, sangat ilmiah, dan yang paling enak adalah sulit untuk diingat dan diucapkan! Biar nggak terlalu banyak tanya-tanya lagi, cukup sekali itu saja! Malas, kan, kalau harus terangin berkali-kali?!

Selain itu, penggunaan kata yang salah, seperti “burung” tadi, bisa memiliki efek psikologis yang terus melekat sampai dia dewasa nanti. Rasa takut kehilangan penis karena bisa terbang, bisa membuat seorang pria secara tidak sadar akan selalu merasa khawatir akan penisnya. Dipegangiiiiin…. terus! Biar nggak terbang!

Jadi mendingan pikir-pikir dua kali jika hendak memberi “nama”. Salah-salah nanti dia pikir penisnya boleh terbang kemana-mana lagi! Bisa lebih berabe lagi, tuh, urusannya! Hehehe

Jumat, 09 April 2010

Islam, Seks, dan Kencing Manis

Apa yang mau saya sampaikan adalah bahwa walaupun secara medis kencing manis dinyatakan tidak ada obatnya namun bagi anda penderita penyakit tsb janganlah kecil hati dan putus asa. Ingat dalam ajaran agama Islam sangat dilarang untuk berputus asa.

Bahkan baginda Nabi Muhammad saw bersabda bahwa Allah menurunkan penyakit, Allah juga menurunkan obatnya. Tiap penyakit ada obatnya,termasuk kencing manis. Jika tepat cara pengobatannya,anda akan sembuh dengan total.

Saya mempunyai pengalaman merawat saudara yang terkena kencing manis tipe satu yang sudah sangat parah dengan luka di kaki yang juga sudah mulai membusuk. Dokter memutuskan beliau harus amputasi, namun beliau tidak mau. Singkat cerita, beliau saya rawat dengan saya suruh mengkonsumsi ramuan yang berupa minyak kelapa. Namun minyak tersebut saya produk sendiri dari buah kelapa tanpa melalui proses pemanasan, penambahan enzim, ragi maupun bahan kimia. Ia saya hasilkan dengan cara membiarkan santan kelapa dalam keadaan dingan dan segar selama dua hari, kemudian saya ambil minyak yang keluar dari santan itu.Nah beliau mengkonsumsi minyak tsb selama dua bulan dan alhamdulillah beliau sembuh total baik kadar gulanya maupun luka di kakinya.

Bagi anda para pria yang mengidap kencing manis juga ada efek yang menakutkan yaitu impotensi atau loyo di tempat tidur. Namun sekali lagi jangan takut dan jangan berputus asa. Sembuhkan diri anda- tentu saja mohon kepada Tuhan menjadi faktor penting-dari penyakit kencing manis dan tingkatkan kemampuan seksual anda dengan mengkonsumsi minyak telor. Sediakan beberapa butir-boleh 21 atau 44 butir-telor ayam kampung, ambil kuningnya saja. Kemudian proses kuning telor tsb sehingga keluar minyaknya. Nah minum minyak telor tsb satu sendok makan tiap menjelang tidur malam. Setelah seminggu maka anda akan menjadi pria perkasa dengan kemampuan seksual yang hebat.

So, bagi anda penderita kencing manis baik laki maupun perempuan, jangan takut, anda bisa sembuh total dan kemampuan seks anda tetap hebat.

Sabtu, 03 April 2010

Frekuensi Seks Menurun?

IllustrasiLAGI-LAGI pria dengan masalah seksualnya, tetapi kali ini soal frekuensi hubungan seksnya yang menarik perhatian saya.

Menurut gosip yang beredar, frekuensi hubungan seksual pria Indonesia, terutama yang berada di kota besar, jauh dari ukuran normal. Dianjurkan seminggu paling tidak tiga kali, tetapi satu kali seminggu pun sudah luar biasa. Benarkah begitu?

Kabarnya lagi, penurunan frekuensi hubungan seksual ini akibat pengaruh stres yang tinggi, apalagi sekarang ini tuntutan ekonomi sangatlah berat terasa. Padahal, menurut ilmu kedokteran, stres tinggi justru memicu adrealin yang mengakibatkan jumlah hormone testosterone meningkat. Apa ini juga penyebab hubungan seks di luar pasangan tetap (istri atau pacar tetap), yang menurun sedangkan dengan Wanita Idaman Lain atau “Jajanan” justru meningkat?

Penasaran dengan hal ini, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan survey kecil-kecilan terhadap 150 pria berusia 30-40 tahun secara acak, semuanya pekerja, dan tinggal di kota Kembang. Mereka semua saya ajukan pertanyaan yang sama perihal hubungan seksual.

Mengapa saya memilih pria berusia 30-40 tahun? Karena pria di usia tersebut cenderung memiliki aktifitas yang tinggi, penuh dengan ambisi, dan biasanya baru memiliki keluarga dengan anak-anak yang masih kecil. Tuntutan terhadap pemenuhan kebutuhan pribadi dan keluarga sangat besar sehingga stress juga menjadi tinggi. Di lain sisi, secara fisik, kebutuhan seksual mereka juga masih sangat besar karena kebenyakan masih memiliki kondisi fisik yang baik, tingkat hormon testosterone yang normal, dan kemampuan seksual yang masih baik pula.

Kota Bandung menurut saya tepat untuk dijadikan tempat untuk melakukan survey tentang hal ini. Selain karena saya tinggal di kota berhawa sejuk ini, Bandung juga gudangnya wanita-wanita cantik, tempat-tempat yang indah, dan suasananya yang santai cenderung membuat orang ingin berleha-leha. Di lain sisi, kota yang hanya berjarak dua jam dari ibukota ini memiliki tuntutan hidup yang kian hari kian besar, sementara pendapatan jauh di bawah pendapatan di kota Jakarta. Saya berasumsi bahwa perselingkuhan banyak terjadi di kota ini.

Pertanyaan pertama yang saya ajukan adalah: Kapan pertama kali Anda melakukan hubungan seks?. Saya ingin tahu sejauh mana pengetahuan seks mereka. Semakin muda mereka melakukannya, berarti semakin “berpengalaman” mereka. Hasilnya, 5% melakukannya di bawah usia 15 tahun, 59% di antara usia 15-20 tahun, 44% di antara usia 20-25 tahun, dan sisanya di atas 25 tahun. Kesimpulannya, mereka memiliki pengalaman seks yang cukup, karena hampir seluruhnya melakukan hubungan seks di usia relatif masih muda. Di tambah lagi dari hasil jawaban pertanyaan berikutnya: “Dengan siapa Anda melakukan hubungan seks pertama kali?, adalah 62% dengan pacar, 17% dengan istri, sisanya dengan teman dan wanita tak dikenal (termasuk yang dibayar!).

Masuk ke pertanyaan soal frekuensi hubungan seksual mereka akhir-akhir ini, hanya 9% yang menjawab lebih dari 3 kali seminggu dan 16% yang menjawab antara 2-3 kali seminggu. Kebanyakan, ada 48%, menjawab satu kali seminggu dan sisanya kurang dari satu kali seminggu. Bisa saya asumsikan bahwa kebanyakan dari mereka hanya bisa melakukannya pada saat akhir pekan saja, sedangkan hari-hari biasanya, dihabiskan untuk bekerja dan bekerja.

Anehnya, ketika saya bertanya apakah mereka melakukannya hanya dengan satu wanita saja, 76% menjawab ya, sedangkan 24% lainnya menjawab tidak. Wah, repot juga ya jadi istri atau pacar kalau begini hasilnya!
Di pertanyaan berikutnya, saya ingin tahu hal apa yang mendorong mereka mau melakukan hubungan seks. Jawabannya, 51% menjawab karena cinta/sayang, 32% yang berani mengaku karena nafsu, 16% yang menjawab karena suka melakukannya, dan ada 1% yang menjawab karena terpaksa. Alasan cinta atau sayang memang sudah sepatutnya begitu, dorongan nafsu juga normal karena tanpa ada nafsu, hubungan seks tidak mungkin bisa terjadi, sedangkan untuk alasan suka, seks memang nikmat tetapi bisa jadi ada masalah psikologis di sini karena maniak melakukan seks karena suka. Bagi yang menjawab terpaksa, no comment untuk yang satu ini. Kasihan banget!

Kontradiksi dengan pertanyaan sebelumnya, saya ingin tahu alasan apa yang membuat mereka tidak mood untuk berhubungan seks. 36% menjawab karena capek, 44% karena stres, 8% mengaku karena bosan dengan paangannya, dan 12% menjawab bosan dengan posisi yang itu-itu saja. Bagi saya, alasan capek dan stress adalah alasan klise, saya lebih percaya dengan mereka yang mengaku bosan dengan pasangannya atau jenuh dengan posisi yang monoton. Ada yang nggak klop di sini.

Untuk mengorek lebih dalam kejujuran mereka, saya kemudian mengajukan pertanyaan: Apakah Anda membicarakan masalah seks dengan pasangan Anda?. Ternyata benar dugaan saya, sebagian besar, yaitu 76% menjawab tidak. Hanya 34% saja yang mengaku membicarakan masalah seks dengan pasangannya. Di sini jelas sekali terlihat bahwa keterbukaan masalah seks dengan pasangan masihlah sangat memprihatinkan, padahal hal ini sangat penting untuk membina frekuensi hubungan seks agar tetap stabil dan juga menjaga keharmonisan dengan pasangan.

Selanjutnya saya bertanya apakah mereka merasa memiliki masalah seksual, sudah dapat dipastikan hanya 11% yang mengaku memiliki masalah, sedangkan sebagian besar lainnya, 89% tentu saja mengaku tidak memiliki masalah. Padahal, dengan menurunnya frekuensi hubungan seksual saja menunjukkan bahwa mereka memiliki masalah seksual.

Akhirnya saya memberikan pertanyaan jebakan: Apakah masalah seksual yang sekarang ini sedang Anda cemaskan? Jawabannya, 35% mengaku takut memiliki masalah impotensi, 34% mengaku memiliki masalah dengan ejakulasi dini, 5% bermasalah dengan penyakit, dan sisanya apalagi kalau bukan soal ukuran penis yang kurang panjang dan besar.

Jebakan pertanyaan yang satu ini menunjukkan kepada saya bahwa jelas faktor psikologis sangat berpengaruh terhadap frekuensi hubungan seks mereka yang kebanyakan kurang dari yang dianjurkan. Apalagi setelah saya mengajukan beberapa pernyatan di mana mereka harus memilih yang paling penting bagi mereka, 29% menjawab ingin memiliki penis yang besar dan panjang, 31% ingin bisa “tahan lama”, 24% ingin bisa memuaskan pasangannya, dan 16% menjawab ingin bisa menikmatinya.

Survey ini memang kecil-kecilan tetapi saya ingin agar frekuensi hubungan seks Anda tetap terjaga. Bahwa benar frekuensi hubungan seksual di kota besar menurun. Bukan hanya gosip belaka. Bahkan di kota Bandung, tempat yang sangat nyaman untuk bersantai dan bermesraan sekalipun.
Stres bukanlah penyebab utama, tetapi faktor yang sangat berpengaruh kepada mental dan kejiwaan seseorang, sehingga pada akhirnya menyebabkan seseorang memiliki masalah seksual. Keterbatasan waktu dan keengganan untuk berkomunikasi dan membahas masalah seks dengan pasangan menambah beban. Rasa bosan dan jenuh dengan pasangan atau dengan posisi seks membuat seseorang cenderung malas untuk melakukannya. Kebanyakan memendam rasa itu sehingga semakin berlarut sehingga tidak sedikit juga yang akhirnya beralih kepada wanita lain. Apalagi hampir sebagian besar tidak mau mengakui kalau mereka memiliki masalah seksual.

Ketakutan dan kecemasan serta ketidaktahuan tentang masalah seks juga sangat berpengaruh. Biarpun terbilang memiliki pengalaman cukup, tetapi topik pria dengan ukuran penis yang panjang dan besar tidak pernah bisa terpisahkan. Padahal wanita tidak pernah terlalu mempermasalahkannya. 9 cm saat ereksi saja bisa, kok, membuat wanita puas!!! Tergantung bagaimana komprominya saja. Kalau sama-sama tahu cara memuaskan pasangan masing-masing, pasti selesai masalahnya.

Sedangkan masalah impotensi dan ejakulasi dini bisa disebabkan oleh faktor medis dan psikologis. Kebanyakan akibat kesibukan kerja yang seringkali membuat mereka mengabaikan pola hidup sehat, dan sekali lagi, begitu ada masalah timbul, bukannya langsung diobati, tetapi justru diabaikan atau tidak mau diakui sampai pada akhirnya semakin menumpuk dan akhirnya meledak. Kalau tidak merasa atau tidak mau mengakui, bagaimana mau diobati, disembukan, atau dibuat lebih baik?

Tidak sedikit juga yang mengetahuinya dan langsung mengambil jalan pintas dengan mengenggak obat kuat yang tidak jelas. Sudah banyak korban yang meninggal dan justru menjadi impoten karena obat kuat, tapi masih saja banyak yang mengkonsumsinya. Padahal hanya dengan olahraga dan diet yang benar, semua masalah ini bisa diatasi.

Saran saya, lakukanlah komunikasi yang intim dengan pasangan paling tidak 15 menit saja dalam sehari. Bicarakan tentang Anda berdua bukan soal anak, kerjaan, uang, atau masalah lainnya. Hanya tentang Anda berdua! Jangan lupa bicarakan soal seks. Cara ini menjaga agar hubungan kalian berdua bisa tetap harmonis di mana tidak ada lagi yang dipendam, sehingga Anda berdua bisa terus dekat dan intim. Bila Anda memang melakukan hubungan seks karena sayang atau cinta pasti Anda bisa merasakan perubahan. Nafsu terhadap pasangan pun akan semakin meningkat dari hari ke hari karena rasa sayang dan cinta itu tetap terjaga.

Jangan lupa untuk olahraga paling tidak 30 menit sebanyak 3 kali seminggu untuk menjaga stamina agar tubuh Anda tetap fit. Diet yang benar dan banyak minum air putih juga sangat dianjurkan. Kemampuan fisik Anda akan terjaga sehingga kecemasan-kecemasan soal impotensi dan ejakulasi dini pun bisa dikurangi. Kemampuan untuk bisa bertahan lebih lama pun dijamin bisa tercapai. Kepuasan si Dia? Berani taruhan….?

Minggu, 28 Maret 2010

Rokok dan Ide

“MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”

Pesan dari pemerintah Indonesia yang tetera dalam setiap kemasan rokok diatas, dimaksudkan agar para konsumen rokok paham dan tahu akan bahaya bila mengkonsumsi rokok, yang hal itu juga menjadi persyaratan bagi para produsen rokok jika ingin medistribusikan produknya kepada konsumen di Indonesia.


Namun, pesan itu ternyata hanya sekedar formalitas, tak ada yang menghiraukan pesan kesehatan itu walaupun disitu jelas-jelas tertulis bahaya rokok yang sangat mematikan. Buktinya ialah makin banyaknya perokok di negeri ini. Nikmatnya merokok membuat perokok banyak yang masih enggan meninggalkan kebiasaan merokok, tapi ada pula yang sudah mati-matian berusaha untuk berhenti merokok tetap saja gagal dan kembali merokok. Kecanduan akan rokok memang sangat “dahsyat”, sampai-sampai mereka yang merokok tak peduli akan kesehatan mereka jika tetap merokok. Inilah realitasnya, walaupun di vonis, perokok tetap saja enjoy dengan rokoknya itu.

Selain sebagai gaya hidup, rokok memiliki sisi yang bisa dibilang “baik” bagi perokok dengan kebiasaan ini, yaitu dengan merokok, kita (perokok) dapat melahirkan segudang ide dan inspirasi. Banyak dari para perokok yang menggali ide dengan menghisap sebatang rokok. Ketika sedang menulis, berpikir, emosi, bermusik, merenung dan kesepian serta lainnya, dengan menghisap rokok seakan semua hal tadi menjadi sirna.

Contoh, ketika kita sedang menulis, dimana kebuntuan pasti didapatkan, namun dengan menghisap rokok, kebuntuan itu seakan hilang sehingga dalam menulis tak ada lagi hambatan karena perokok biasanya mendapatkan ide yang dapat dituliskannya. Ini juga terjadi dengan penulis, disaat menemui kebuntuan dalam menulis dan “mengulik” lagu dalam bermusik, langsung saja mengisap sebatang rokok dan semua hambatan dan kebuntuan sirna, yang justru digantikan dengan datangnya ide atau inspirasi.

Ketika sedang emosi, biasanya perokok dapat meredakan emosinya yang sebelumnya “menggila” menjadi padam, hanya dengan menghisap rokok. Dan pastinya masih banyak lagi hal lain, dimana seorang perokok akan merasa nyaman dan tentram ketika menghisap rokok.

Sayangnya, hal itu menjadikan kita (perokok) makin jatuh kepada kecanduan yang sangat sulit dilepaskan. Ketergantungan dan seolah rokok menjadi kebutuhan primer.

Perokok yang berniat dan berusaha untuk menghentikan kebiasaan merokok, banyak yang gagal. Mereka sudah merasakan pentingnya merokok dan sekaligus menemukan “manfaat” merokok jika berada dalam suatu masalah atau kebuntuan terhadap ide.

Selayaknya tulisan ini tidak dijadikan contoh bagi orang yang belum merokok supaya merokok. Tulisan ini hanya gambaran seorang perokok yang dengan merokok dapat menemukan sebuah ide, inspirasi sampai meredam emosi.

Sekali lagi, rokok adalah benda yang sangat berbahaya karena merusak kesehatan. Mudah-mudahan bagi perokok yang merasakan nikmatnya merokok, suatu saat dapat meninggalkan kebiasaan ini, termasuk penulis.

Rabu, 24 Maret 2010

Masturbasi: Antara Dosa dan Kebutuhan

Masturbasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sengaja pada organ kelamin untuk memberikan rangsangan dan kenikmatan seksual tersendiri bagi yang melakukannya. Masturbasi sendiri, jika dilihat dari katanya, berasal dari bahasa latin yakni mastubare yang berasal dari kata mansu yang berarti tangan dan stuprare yang berarti penyalahgunaan, atau jika diartikan penyalahgunaan yang menggunakan tangan.

Namun orang-orang di Indonesia, khusunya kaum Adam, lebih menyukai dengan nama “mengocok”. Kata-kata ini sangat sering dipakai untuk menyebut masturbasi dan cukup sering dipakai terutama di kalangan remaja yang baru memasuki masa akil balik.

Lepas dari asal-usul kata masturbasi dan bagaimana cara penyebutannya, masih timbul berbagai kontroversi perihal masturbasi. Masturbasi berada pada ketegangan dua pihak, yakni dosa dan kebutuhan. Dari sudut pandang agama, ada anggapan bahwa masturbasi ini adalah perbuatan tercela yang tidak seyogyanya dilakukan. Hal ini mengingat bahwa ini bukanlah perbuatan yang mulia dan dengan sendirinya menunjukkan kekalahan terhadap keinginan nafsu birahi. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang kebutuhan, maka masturbasi ini akan dianggap merupakan kebutuhan biologis yang dapat memenuhi hasrat seksual seseorang.

Sudut pandang agama

Jika melihat dari sudut pandang penciptaan, mungkin sperma yang dikelurakan saat masturbasi ini bisa dikatakan sebagai sebuah “barang suci.” Hal ini disebabkan karena sperma berperan penting dalam mengerjakan karya Allah, yakni melakukan penciptaan manusia. Dalam hal ini, sperma kamudian bersinergi dengan ovum dalam melaksanakan proses penciptaan tersebut.

Jadi, sudah seyogyanya bagi kita, kaum adam, untuk tidak membuang-buang sperma yang pada hakekatnya bertujuan untuk meberuskan proses penciptaan manusia. Jika kemudian terjadi mimpi basah, mungkin hal ini masih dianggap lumrah mengingat tubuh manusia ini seperti mesin otomatis yang akan dengan sendirinya membuang sesuatu yang dianggap berlebihan. Yang menjadi substansinya adalah sperma tidak bisa begitu saja dibuang karena ia adalah bagian dari karya Allah di dunia ini.

Selain itu, dalam sudut pandang agama, masturbasi yang dilakukan baik oleh kaum adam dan kaum hawa pada dasarnya didasarkan karena adanya hasrat seksual, yakni bisa saja karena melihat seseorang atau gambar yang membangkitkan gairah seksual pada dirinya. Bahayanya, jika ini terjadi pada suami yang beristri maupun istri yang berusami, maka akan timbullah sebuah model perzinahan implisit. Dalam hal ini, perzinahan ini dikatakan implisit karena mereka hanya membayangkan berhubungan seksual dengan pria atau wanita yang dilihatnya tadi, yang pada hakekatnya bukan merupakan suami atau istri mereka secara sah.

Sudut pandang manusia

Jika dilihat dari faktor kemanusiaan, maka masturbasi ini dianggap wajar. Hal ini disebabkan karena pada hakekatnya seks merupakan kebutuhan biologis setiap manusia. Oleh karena itu, sangat wajar untuk memberikan rangsangan seks pada diri sendiri, apalagi ketika masih remaja, untuk mengetahui apakah organ seksualnya dapat berfungsi dengan baik.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan hubungan antara frekuensi ejakulasi dan resiko terkena kanker prostat. Kelenjar prostat berfungsi untuk menyimpan cairan seminal yang jika tersimpan terlalu lama bisa menjadi tidak sehat. Bagi sebagian pria, cairan seminal ini tidak menimbulkan masalah, namun ada juga sebagian pria yang akan beresiko terkena kanker prostat ketika mereka jarang berejakulasi.

Masturbasi juga memerlukan tenaga. Maka dari itu, kebanyakan dari kita, ketika setelah bermasturbasi, akan merasakan badan yang lelah. Hal ini tentu saja memberikan keuntungan tersendiri bagi kita yang mungkin memiliki insomnia atau sejenisnya. Misalnya saja ketika kita masih tidak kunjung tidur saat malam sudah semakin larut, mungkin masturbasi ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk membuat tubuh menjadi lelah sehingga dengan demikian bisa segera tidur.

Masturbasi pun bisa menjadi obat terampuh mencegah perzinahan. Ketika misalnya kita harus jauh dengan pasangan kita dan sangat merindukan hubungan seks, maka masturbasi ini bisa menjadi cara yang ampuh untuk mengobati kerinduan kita itu. Sejauh yang kita pikirkan adalah pasangan kita, saya rasa masturbasi ini sah-sah saja dan tidak mengandung unsur perzinahan sama sekali.

Masturbasi akan terus menjadi dilema yang tidak kunjung selesai jika terus dikaitkan antara sudut pandang agama dan manusia. Pada dasarnya, ini hanyalah sebuah masalah sederhana namun memerlukan jawaban yang kompleks karena dilihat dari dua sisi yang berbeda. Secara pribadi, saya merasa masturbasi itu sah-sah saja dilakukan selama kita tidak berlebihan melakukannya, yakni masih dalam batas wajar dan tidak menjadi addict dengan masturbasi ini.

Selasa, 16 Maret 2010

ACUPUNCTURE..? ..Apa Itu?

[..artikel pembuka sederhana ini akan melanjut. Mewujud sebagai hadiah saya kepada semua Insan berharga di mana pun, sebagai hormat saya pada semua guru.. sang Guru.. dan (tentu) atas syukur yang dalam pada SANG GURU Sejati.. Sang Empu segala EMPU.]

“Yang bener aja, Tasha.. Mau kau tusuk jarum, aku? Ga’ ach..! Aku ndak mau! Bisa sembuh, emang? “, selorohnya di awal perbincangan kami soal keluhan nyeri kepala menahun yang dideritanya, di tengah perjalanan kami petang itu, medio awal 2001. “..tapi ga’papa, deh. Aku mau. Asal Tasha sendiri yang nusuk. Aku hanya percaya kau, Tasha..”, lanjut Beliau, lalu.

..peristiwa berlalu-nya,

“Apa? Kau menjadi seorang Akupunkturis juga, sekarang? BAGUS..!! Aku dukung penuh. Wah, baru kau, nih Non ..yang kutahu, di Alumni ini. Asik, tu.. Tolong nulis tentang Anaestesi dengan cara Akupunktur, Non.. Kemarin aku ekstraksi Gigi Impacted pasien asal Singapore. Aneh..! Beliau tidak bersedia ku-anaestesi. Beliau mengeluarkan seperangkat alat kecil, lalu nusuk jarum dirinya sendiri sebelum ku-operasi. Wah, benar-benar ajaib, Non..!! Katanya tidak merasa sakit apa pun. Beliau memang terlihat santai saja, selama ku operasi. Pendarahannya pun terkontrol. Beliaunya senyum-senyum aja.. Aku nya yang terkaget-kaget. Belakangan baru ku diberi tahu, ternyata Beliau seorang Dokter Ahli Akupunktur di Singapore. Akupunktur itu bagaimana, sih Non..?”, sang Dosen senior berujar pada ku langsung di Ruang Beliau, Bagian Pedodontia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, pagi itu..awal tahun 1997 silam.

Meski telah banyak dikenal dan diterima khalayak umum, ACUPUNCTURE (Akupunktur) tetap saja belum banyak dipahami jelas oleh sebagian kalangan, lantaran sebagian men”cap”nya tidak logis, tidak ilmiah, tidak berdata empiris, tidak ada patokan ukuran jelas dalam deret ukur berujud angka………………….etc, deret komentar bernada negatif & pesimis, meski TANPA data apa pun.

Saya kira, munculnya satu dua pandangan skeptis atas pengertian Akupunktur besar kemungkinan lantaran sang penanya belum pernah mendapatkan informasi yang cukup menjelaskannya. Andai pun sudah lengkap info & datanya, saya kira terlebih lantaran sang penanya telah menutup kebebasan benaknya sendiri dalam menerima pandangan Akupunktur yang bisa jadi berbeda dari pandangan lain tentang detail Kesehatan yang sudah ada terlebih dahulu dalam benaknya, yang sudah Beliau yakini penuh. Hanya sebatas itu, saya kira. Soal percaya tidak percaya saja.

Baiklah, meski agak terlambat (karena sudah ada beberapa artikel lain saya sebelum ini terkait bidang Akupunktur), saya berniat berbagi sekilas prolog tentangnya, kali ini.. sejauh yang sudah saya terima dari semua Guru.. termasuk dari sang Guru berwujud peristiwa & pengalaman dalam praktek saya sebagai dokter dan keseharian saya sebagai insan biasa, di muka Bumi ini.. 38 tahun terakhir. Dan, tentu..dari Sang GURU Sejati. Bukan memaksudkan agar yang tidak percaya berubah (tiba-tiba) percaya. Bukan. Saya hanya berniat berbagi. Just share..!

…………. [ Terimakasih, atas kebersediaan Saudara/i-ku.. para Sahabat.. mendengarkan saya, kali ini. ]

Saya memulainya dengan Akupunktur sebatas kata.

Ia terdiri atas 2 kata: acus yang berarti jarum, dan punctura yang berarti menusuk. Yang karenanya, Akupunktur merupakan suatu Ilmu & Seni pengobatan Tradisional Timur, yang dilakukan dengan penusukan jarum Akupunktur pada area tertentu di permukaan raga sang diri, untuk menjaga & memperbaiki keseimbangan BIO ENERGI sang diri.

Akupunktur Tradisional meliputi pengobatan melalui penusukan jarum Akupunktur ke raga, serta Moksibusi.. suatu proses pengobatan yang dilakukan dengan memanaskan bagian permukaan raga tertentu menggunakan Moksa (yang disulut api), suatu bahan khusus yang terbuat dari materi daun Artemesia Vulgaris.

Pengobatan Akupunktur bervariasi. Ada yang menggunakan jarum Akupunktur, ada pula yang tidak. Yang tidak, di antaranya: Akupresur, Sono-puncture, terapi Magnet, Aqua-puncture, Transcutaneus Electro-stimulation, Electro-acupuncture, Electro-acupuncture according to Voll, maupun Acu-las.

Akupunktur pun telah berkembang ke pembagian yang lebih spesifik (baca: Spesialisasi), di antaranya: Akupunktur Kulit Kepala, Akupunktur Telinga, Akupunktur Hidung, Akupunktur Tangan, juga Akupunktur Kaki. Juga pembagian khususnya (baca: Super Spesialisasi), di antaranya: Akupunktur Anaestesi, Akupunktur Kecantikan, dan Akupunktur Adiksi. Akupunktur Adiksi sendiri terdiri atas beberapa pengkhususan, di antaranya: Akupunktur Adiksi Obat, Akupunktur Adiksi Rokok, Akupunktur Adiksi Alkohol.

Meski ada beragam Spesialisai.. bahkan Super Spesialisasi di bidang Akupunktur, setiap Bidang tidak pernah lepaskan diri sama sekali dari Akupunktur Umum, mengingat aspek HOLISTIK yang telah jadi acuan dasar, sejak mula.. sejak lebih dari 5000 tahun lalu.

Rabu, 03 Maret 2010

Terapi Air

ENAM gelas air (1.5 liter) setiap hari , maka anda tidak perlu obat, baik tablet atau suntikan, doctor fees etc. Anda mungkin sulit untuk percaya, tetapi setelah mempraktekkannya, baru percaya !!! Inilah daftar penyakit yang dapat disembuhkan dengan cara terapi air :

1. Head Ache (SAKIT KEPALA)
2. Hypertension (DARAH TINGGI)
3. Anemia (KURANG DARAH)
4. Rheumatism (REMATIK SAKIT PERSENDIAN))
5. General Paralysis
6. Obesitas (KEGEMUKAN)
7. Arthritis (SAKIT TULANG)
8. Sinusitis (PILEK)
9. Tachycardia
10. Giddiness
11. Cough (BATUK)
12. Asthma
13. Bronchitis
14. Pulmonary Tuberculosis
15. Meningitis
16. Kidney Stones (BATU GINJAL)
17. Urogenital Diseases (SAKIT SALURAN KENCING)
18. Hyper acidity (MAAG)
19. Gastro – entitis
20. Dysentery
21. Rectal Piodapse
22. Constipation (SEMBELIT)
23. Hostorthobics
24. Diabetes
25. Eye diseases (SAKIT MATA)
26. Ophthalmic Hemorrhage & Opthalmia (MATA MERAH)
27. Irregular Menstruation (DATANG BULAN TIDAK TERATUR)
28. Leukemia
29. Uterus Cancer (KANKER RAHIM)
30. Breast Cancer (KANKER PAYUDARA)
31. Laryngitis (RADANG TENGGOROKAN)

Dari riset dan pengalaman penyakit2 dapat sembuh dalam hitungan hari, minggu atau bulan, tergantung jenis penyakit / keluhan :

sembelit


:


1hari

maag


:


2hari

Diabetes


:


7hari

Cancer


:


4minggu

Pulmonary TB


:


3bulan

BP & Hypertension


:


4 minggu

catatan:

Bagi penderita sakit tulang or rematik, lakukan terapi air dalam 3 kali sehari ( pagi 0,5 liter 1 jam sebelum sarapan, 0,5 liter sebelum makan siang, dan 0,5 liter lagi sebelum makan malam), setelah penyakitnya mereda, boleh menjadi 2 kali, akhirnya sekaligus pada waktu pagi sehabis bangun tidur.

Minggu, 28 Februari 2010

atasi rasa SAKIT tanpa Obat? BISA..!!

ADA mekanisme rekayasa sendiri yang saya terapkan di diri, sedari kecil dulu. Tiada seorang pun yang mengajarinya. Tentu bukan pula hasil riset berdata Ilmiah saya pribadi apa pun. Bagaimana mungkin, sebab itu sedari saya berumur 6 tahun-an.. kelas I SD Negeri I Nabire, Papua.. [..belum mengenal perdebatan sengit soal Ilmiah tidak Ilmiah.. soal up to date versus kuno... etc], ketika vonis alergi (genetis) mulai tampakkan segala rona geliatnya di raga ini. Raga gatal menyengat di sekujur raga seiring munculnya “bruntusan” bercak kemerahan, setiap usai menyantap sea food apa pun kegemaran sang diri ini, juga telur.

Sementara, prosesi rutinitas menenggak obat pereda sensasi gatal, seperti pula ritual menenggak obat Malaria andai sedang terserang.. terkategori detik menyesakkan, menyebalkan, sekaligus traumatik bagi diri. Spontan muntah setelahnya selalu saja membayang. Yang karenanya, lalu, oleh berjalannya waktu, sang benak ini (yakini) temukan “resep” ampuh menangkal sensasi rasa sakit, saat bertandang di raga. Setidaknya berlaku bagi penerapannya di diri sendiri. Secara diam-diam, pada awalnya. Dalam pengembangannya, sensasi rasa sakit apa pun berhasil sang diri atasi sendiri, tanpa perlu bersitegang dengan sang Mammi, karena enggannya diri ini menenggak obat tertentu yang belum tentu diri ini perlukan.. sedari diri ini masih berujud mungil, dulu.

[..maafin Irien ketika itu, Mom..]

Sstt..!! ..kali ini, saya ingin berbagi tentang kiat atasi rasa ‘tak enak apa pun di raga saya, salah satu ke”mbalelo”an saya, sedari masih mungil dulu. [Terimakasih Sahabat, bersedia menyimaknya..]

Setiap mulai merasakan rambatan geliat rona gatal dan sakit apa pun di raga ini, saya (diam-diam) tenangkan sukma saya. Saya bernafas perlahan.. menghela napas panjang……… lalu mengeluarkannya perlahan…….. Menghela napas panjang kembali……. dan keluarkannya lagi perlahan. Demikian seterusnya, hingga sukma saya terasakan adem & “meletak” (baca: tenang/diam).

Terus begitu, sambil mulai merasakan geliat sang benak.. perlahan mendengarkan setiap jerit sang diri yang muncul.. relakan diri menerimanya. Mulai berkonsentrasi penuh. Mem-fokus-kan pikiran pada area keluhan, satu demi satu.. dimulai dari yang terasa paling menyesakkan, menyakitkan. Merasakan setiap detailnya……. merelakannya dialami raga…. menerimanya.

Ajaib..!! Di sinilah letak detik penyembuhannya.

Setiap saya telah sampai di detik menerima sang rasa sakit, secara cepat terasakan rembetan melenyapnya geliat rasa tersebut, sekejap pergi dari diri.

Syukurku, pada Sang EMPU diri ini…

Andai area lain di raga ini sedang alami geliat sakit pula di detik yang sama.. prosesi “merasakan, merelakan, & menerima” tadi kembali saya upayakan. Ending-nya selalu sama. Meski rentang detik prosesi tuntasnya penyembuhan setiap area acapkali bervariasi, tergantung intensitas sakit, plus segala pendulum bathin yang sedang berlangsung di diri.

Anehnya lagi, itu lah satu-satunya yang saya terapkan di diri, atasi segala pendulum geliat rasa sakit yang mendera raga maupun hati ini………hingga detik ini. Tanpa obat sintetik apa pun. Tanpa keluar biaya. Tanpa repotkan Sesama. Tanpa pusing memikirkan “mengapa BISA”. Meski, dengan berjalannya waktu, sang diri ini dituntun, sampai di detik membaca, diterangkan.. oleh banyak sekali Guru & hasil riset valid, yang mampu menjelaskan mekanisme alamiah spontan diri saya tersebut, yang memang telah diteliti, dan terbukti Ilmiah.

Jumat, 12 Februari 2010

Busana coklat padu gold elegant

Pernah ga anda membayangkan jika ke suatu resepsi nikahan memakai BUSANA MUSLIM perpaduan colat muda dengan gold, ini ide yang great. Resep itu saya peroleh dari pakar BAJU MUSLIM salah satu teman saya yang lulusan dunia fashion. Pertamanya saya hanya mendengar namun pas hari raya. Mulanya sebulan sebelum idul fitri saya membeli kain warna coklat muda dan dua meter kain warna gold atau kning soft keemasan gitu.

Saya pergi ke taylor ahli jarit baju muslim kebetulan saya sudah langganan. Ada satu jam saya disana dan akhirnya saya pulang. Dua minggu lagi pesanan saya diantar kerumah, lalu saya vitting. Dan waow sangat indah, yakni baju lengan panjang colkat muda dipadu celana panjang coklat muda. Pada sisi baju depannya ada belahan dan did lam belahan tersebut terdapat warna gold, bisa Anda bayangkan elegantnya. Dan jilbab saya berwarna coklat muda dengan ikatan antic berwarna gold. Dan saya menelepon teman saya berterima kasih dan minta solusi baru lagi untuk selanjutnya. Selamat mencoba.

Rabu, 03 Februari 2010

Serangan VERTIGO.. Mengapa terjadi?

“Rencana tutup jam berapa, praktekmu, Rien? ..kau ada waktu? Ntar sore kujemput, yea.. Kita langsung ke Bogor. Adeq Vertigo. Ga’tau kenapa.. Tolong diperiksa. Kau sempat, khan”, suara Mas Rudy memecah heningku, di jeda waktu praktekku siang itu, di MENOX, Jl. Wolter Monginsidi 89.

Gejala VERTIGO (=Pusing Tujuh Keliling) menunjukkan kondisi yang sungguh tidak nyaman. Saat sedang membuka kedua mata, sang diri seakan-akan melihat segala benda di sekitarnya berputar. Dalam kondisi menutup mata, sang diri pun merasa seolah sedang berputar. Pada kondisi berat dapat disertai mual, bahkan muntah.. serta berkeringat dingin.

Menurut Ilmu Kedokteran Umum (=Barat), gejala VERTIGO dapat disebabkan oleh sumbatan liang Telinga luar, radang Telinga tengah, radang Telinga dalam, Meniere syndrome, mabuk perjalanan, perlukaan area Telinga & Otak, radang syaraf VIII atau Batang Otak, Multiple Sclerosis, kondisi penyakit dengan demam yang tinggi, pengaruh obat, pengaruh Alkohol, kelelahan, mau pun alergi.

Penggolongan, menurut Akupunktur:

1. VERTIGO karena Energi Yang Hati yang berlebihan. Umumnya terjadi kondisi vertigo yang semakin menjadi-jadi dalam keadaan sedang marah. Selanjutnya, sang diri menjadi mudah tersinggung, muka & matanya memerah, Telinga berdenging, merasakan pahit di dalam mulut, mengalami gangguan dalam mimpi, dengan kondisi otot Lidah yang memerah dilapisi selaput berwarna kekuningan pada permukaannya. Denyut nadinya tegang dan cepat.

2. VERTIGO karena Defisiensi Energi Qi & Darah. Gejala utamanya berupa vertigo yang diikuti dengan penampakan pucatnya sang diri, merasa lelah, lesu, berdebar-debar, sulit tidur, bibir & kuku memucat, serta denyut nadi kecil & lemah. Umumnya diderita pada kondisi baru saja usai menderita sakit keras & kronis, mau pun setelah banyak kehilangan Darah, yang semakin menjadi-jadi keluhan vertigo-nya setelah bekerja keras. Pada kasus yang berat, sang diri dapat hingga pingsan. Hilang kesadarannya.

3. VERTIGO karena sumbatan Lembab dari Dalam. Umumnya dialami plus rasa “berat” di Kepala, rasa “tertekan” di dada, mual, banyaknya riak, kurang napsu makan, serta selalu merasa mengantuk. Selaput permukaan Lidahnya berwarna putih & lengket. Denyut nadinya lembut & bergelombang.

VERTIGO tetaplah gejala. Ia diderita lantaran sekian deret kemungkinan Etiologis, plus Patogenitas yang beragam, bervariasi. Penanganannya pun tentu HARUS berdasarkan hasil Diagnosa atasnya yang TEPAT, agar dapat tertanggulangi TUNTAS. Pengobatan yang dilakukan hanya di batas “penyingkiran gejala yang dikeluhkan” hanya akan menggiring sang diri pada kondisi “diobati sementara”. Sesaat saja, sembuhnya. Tidak tuntas. Pada tipe vertigo tertentu, sang diri dapat terkungkung dalam pendulum “vertigo lagi… vertigo lagi, dee..” Semakin memusingkan, PASTI..!

Sabtu, 09 Januari 2010

Weit, (mengapa sekarang).. BOTAK?

Usia Beliau kini persis di jeda akhir ber-angka depan 3. Artinya, sebentar lagi menginjak angka 40. Ach, masih se(…) dulu kah Beliau? ..sst! ..dulu khan kami….(…).. Eh, tunggu dulu, yea.. sang Sekretaris sudah mempersilahkanku masuk menemui Beliau.

[ Weit, (mengapa sekarang).. Botak? O'ow..... ]

Jenis mahluk Manusia pada umumnya memiliki rambut, adneksa Kulit yang tumbuh pada hampir seluruh permukaan terluar raga-nya, terkecuali bagian bibir serta telapak tangan & kakinya. Ia beragam ukuran dan wujudnya pada area bagian raga, dalam satu individu. Ia pun bervariasi antar tiap individu. Faktor ras, genetik, hormonal, termasuk nutrisi berperan nyata dalam pertumbuhannya.

Rambut berperan penting sebagai proteksi Kulit terhadap keadaan lingkungan yang merugikan raga, di luar eksploitasi peran Estetiknya, kini.. di mana ada sebagian dari diri yang menjadikan rambut seolah “mahkota”. Ragam pendulum rasa negatif pun dapat berkembang liar di diri, ketika sang rambut (mulai) rontok, lebih dari biasa. Terlebih bila tiba di fase puncaknya, ketika KEBOTAKAN (= Alopecial / Alopesia) mulai menggejala.

Rontoknya rambut (=efluvium ) merupakan kondisi lepasnya rambut, dari Kulit. Mengingat ke”populer”annya di atas, maka saya batasi saja kini pada rambut area Kepala. Normal, secara fisiologis sang (tiap helai) rambut memiliki daur masa tumbuh-istirahat-lepas biasa, yang bersifat individual. Yang karenanya, secara menyeluruh, sebagian rambut Kepala sang diri akan lepas bergantian mau pun berselang, dengan batasan normal hingga 100 helai per kepala, per hari. Dalam kondisi tertentu, jumlahnya melebihi “biasa”nya. Pada detik itu, sang diri umumnya menyadarinya, dan mengeluhkannya sebagai “rambut rontok”.

Rontoknya rambut yang melebihi kondisi normal tidak mampu diimbangi (baca: digantikan) oleh pertumbuhan alami fisiologis-nya. Dalam kondisi melanjut, baik terus-menerus mau pun “cepat, tetapi langsung sangat banyak”, dapat mengurangi jumlah total helai rambut pada Kepala, yang memunculkan tampilan rambut jarang. Andai terus melanjut, hingga sang Kepala tiada ber-rambut lagi, KEBOTAKAN-lah yang telah dialami.

Ada 2 tipe kerontokan rambut, yakni: Efluvium Telogen (.. terjadi pada rambut yang sedang dalam fase istirahat, akibat stress, demam tinggi, maupun penyakit kronis), dan Efluvium Anagen (..terjadi pada rambut yang sedang dalam masa tumbuh, akibat jenis obat-obatan tertentu).

KEBOTAKAN sendiri dibedakan atas:

1. Alopesia Difusa. Jenis ini meliputi seluruh bagian Kepala, namun masih menyisakan sedikit helai rambut, menampilkan kondisi Kepala yang ber-rambut jarang.

2. Alopesia Areata. Proses kehilangan rambutnya total, pada satu atau beberapa area Kepala, menampilkan area botak di antara bagian lain yang masih ber-rambut normal. Dapat terjadi pada rentang masa kanak-kanak (= tipe atopik), usia 20-40 tahun (= tipe umum), pada dewasa muda (= tipe prehipertensif), maupun pada usia di atas 40 tahun (= tipe kombinasi). Meski demikian, banyak terjadi jenis terpola, baik pada kaum Lelaki mau pun Perempuan di rentang usia 17-40 tahun, pengaruh genetik dan Hormon.

3. Alopesia Totalis. Suatu kondisi kehilangan hampir 75% (atau lebih) total rambut Kepala.

4. Alopesia Universalis. Suatu kondisi kehilangan seluruh rambut pada raga menyeluruh sang diri.

Menurut Ilmu Kedokteran Umum (baca: Barat), baik kerontokan rambut maupun KEBOTAKAN disebabkan oleh faktor usia, genetik, hormonal, imunologis, defisiensi gizi, stress psikis, trauma fisik, ragam penyakit Kulit tertentu, penyakit sistemik, obat sistemik, juga penyebab tidak jelas lain.

Menurut Ilmu Akupunktur, kondisi anomali tersebut dapat diderita akibat Yin Xu organ Ginjal. Kondisi lemahnya Energi Yin organ Ginjal, yang memunculkan geliat pemusnahan cairan penyubur rambut oleh Api Yang, sehingga karenanya Qi Sejati habis, dan Qi Meridian menjadi tidak lancar, berimbas rontoknya helai demi helai rambut. Yin Xu organ Ginjal terjadi pengaruh dari faktor genetis. Sementara Api Yang timbul akibat penyakit panas tinggi.

Pencegahannya dengan senantiasa menjaga Kesehatan Kulit & seluruh raga pada umumnya, merawat & melindungi helai rambut secara seksama & hati-hati, dan bila menghadapi kondisi anomali yang belum dipahami, musti segera mengkonsulkannya ke Ahli kompeten yang dipercaya.

Minggu, 03 Januari 2010

Efek Mengkudu Terhadap Kesehatan

Efek Mengkudu Terhadap Kesehatan

MENGKUDU, pace, atau noni yang nama latinnya Morinda citrifolia memang terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dapat mengurangi rasa sakit (sebagai anelgesic), melancarkan peredaran darah serta dapat menangani masalah impotensi pada pria. Ia mengandung karbohidrat, protein dan lemak dengan kadar rendah.

Selain itu mengkudu juga mengandung vitamin C, B (niacin), A dan 18 asam amino yang berguna bagi tubuh. Ia juga dipergunakan sebagai pelancar menstruasi, mengatur siklus bulanan yang tidak menentu menjadi lebih teratur, menurunkan hipertensi, baik juga bagi penderita diabetes.

Sebagai “immune booster”, ia merangsang kerja sistem pertahanan tubuh. Ia juga efektif sebagai “digestive stimulant” (membantu pencernaan, mengatasi sembelit). Mengkudu mengandung morfin sulfat, baik untuk analgesik, atau penghilang rasa sakit, pusing, nyeri kepala dsb. Ia juga berperan sebagai anti bakteri dan anti jamur. Mengkudu juga dapat dipakai sebagai anti tumor dan anti kanker.

Cara mengkonsumsi nya dengan memakan buah segarnya secara langsung, terutama yang masak. Tapi awas, baunya itu, sangat menyengat dan tidak sedap. Sehingga orang lebih suka dibuat jus, dicampur sirupberbagai rasa, leci, lemon, rasberi dsb untuk mengurangi baunya yang tidak enak.

Buah yang paling efektif digunakan adalah buah yang masak, yang sudah jatuh dari pohonnya. Buah yang sudah tua warnanya putih kekuningan, setelah didiamkan beberapa hari juga akan lembut dan berbau tidak sedap.

Selain dijus, bisa juga direbus dengan gula merah dicampur jahe, atau asem jawa, atau jeruk nipis, tidak dicampur apa2 juga boleh, campuran gula dsb tadi hanya sebagai penyedap rasa dan penghilang bau.

Selain dari buah segar, ada juga yang dijual dalam bentuk kapsul. Ada juga yang jual dalam bentuk jus dengan berbagai rasa, tetapi harganya sangat mahal. Kalau buat sendiri, selain lebih murah, kita tahu keasliannya, kalau yang dijual dalam kemasan yang bagus, kurang berbau, tetapi kita tidak tahu kadar buah mengkudu yang ada di dalamnya itu seberapa besar.

Kalau kita konsumsi yang dalam bentuk kapsul, sering ada efek sampingnya, sakit pinggang, teriutama kalau kurang minum air. Jadi lebih baik cari buah yang segar, buat sendiri jusnya, rasanya disesuaikan dengan selera kita.

Saya sudah rasakan sendiri efek positif dari buah mengkudu ini.