Gejala VERTIGO (=Pusing Tujuh Keliling) menunjukkan kondisi yang sungguh tidak nyaman. Saat sedang membuka kedua mata, sang diri seakan-akan melihat segala benda di sekitarnya berputar. Dalam kondisi menutup mata, sang diri pun merasa seolah sedang berputar. Pada kondisi berat dapat disertai mual, bahkan muntah.. serta berkeringat dingin.
Menurut Ilmu Kedokteran Umum (=Barat), gejala VERTIGO dapat disebabkan oleh sumbatan liang Telinga luar, radang Telinga tengah, radang Telinga dalam, Meniere syndrome, mabuk perjalanan, perlukaan area Telinga & Otak, radang syaraf VIII atau Batang Otak, Multiple Sclerosis, kondisi penyakit dengan demam yang tinggi, pengaruh obat, pengaruh Alkohol, kelelahan, mau pun alergi.
Penggolongan, menurut Akupunktur:
1. VERTIGO karena Energi Yang Hati yang berlebihan. Umumnya terjadi kondisi vertigo yang semakin menjadi-jadi dalam keadaan sedang marah. Selanjutnya, sang diri menjadi mudah tersinggung, muka & matanya memerah, Telinga berdenging, merasakan pahit di dalam mulut, mengalami gangguan dalam mimpi, dengan kondisi otot Lidah yang memerah dilapisi selaput berwarna kekuningan pada permukaannya. Denyut nadinya tegang dan cepat.
2. VERTIGO karena Defisiensi Energi Qi & Darah. Gejala utamanya berupa vertigo yang diikuti dengan penampakan pucatnya sang diri, merasa lelah, lesu, berdebar-debar, sulit tidur, bibir & kuku memucat, serta denyut nadi kecil & lemah. Umumnya diderita pada kondisi baru saja usai menderita sakit keras & kronis, mau pun setelah banyak kehilangan Darah, yang semakin menjadi-jadi keluhan vertigo-nya setelah bekerja keras. Pada kasus yang berat, sang diri dapat hingga pingsan. Hilang kesadarannya.
3. VERTIGO karena sumbatan Lembab dari Dalam. Umumnya dialami plus rasa “berat” di Kepala, rasa “tertekan” di dada, mual, banyaknya riak, kurang napsu makan, serta selalu merasa mengantuk. Selaput permukaan Lidahnya berwarna putih & lengket. Denyut nadinya lembut & bergelombang.
VERTIGO tetaplah gejala. Ia diderita lantaran sekian deret kemungkinan Etiologis, plus Patogenitas yang beragam, bervariasi. Penanganannya pun tentu HARUS berdasarkan hasil Diagnosa atasnya yang TEPAT, agar dapat tertanggulangi TUNTAS. Pengobatan yang dilakukan hanya di batas “penyingkiran gejala yang dikeluhkan” hanya akan menggiring sang diri pada kondisi “diobati sementara”. Sesaat saja, sembuhnya. Tidak tuntas. Pada tipe vertigo tertentu, sang diri dapat terkungkung dalam pendulum “vertigo lagi… vertigo lagi, dee..” Semakin memusingkan, PASTI..!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar